Gus Irfan

SURABAYA | duta.co – Sebuah video berdurasi 1:26 menit viral di media sosial gara-gara kontennya menampilkan seseorang menyebut jika calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin tidak menang maka Nahdlatul Ulama (NU) akan menjadi fosil. Fosil sendiri berasal dari bahasa Latin artinya sisa-sisa atau bekas-bekas makhluk hidup yang menjadi batu atau mineral. Untuk menjadi fosil, sisa-sisa hewan atau tanaman ini harus segera tertutup sedimen (wikipedia). Dalam video itu juga terlihat Kiai Ma’ruf Amin.

Sejumlah kalangan menyambut pro-kontra isi video itu. Ada yang tidak percaya sebab sekarang banyak hoax. Namun banyak pula yang percaya dan menyayangkan sikap berlebihan dari orang yang disebut-sebut sebagai kiai dari Jawa Timur tersebut dalam mendukung capres petahana Jokowi.

“Saya kira itu hoax, masak NU jadi fosil. Terlalu dia itu. Ingat, jangan sekali-kali membuat hoax pada NU lo ya, pasti kuwalat, sebab NU didirikan oleh ulama. Seperti Kementerian Agama yang juga dibentuk oleh Ulama, kalau dibuat main-main, dijadikan ladang korupsi seperti kasus jual beli jabatan, pasti orangnya kuwalat. Ketangkap KPK, masuk penjara, sebab mengingkari ulama,” kata Sarofudin, ustad asal Kutorejo Mojokerto Jumat pagi tadi.

Sarofudin lalu mengutip pernyataan KH Mustofa Bisri ketika mengomentari Neno Warisman soal puisinya mengutip doa Rasulullah SAW di Perang Badar, di mana kala itu ulama yang biasa dipanggil Gus Mus ini menilai Neno berlebihan dalam berpolitik, sebab berbeda antara Perang Badar dan Pilpres 2019.

“Saya kira Neno wajar sebab mungkin saja dia tidak tahu lantaran bukan kiai atau ulama. Tapi dalam video itu yang bicara, katanya, seorang ulama. Mustahil bicara NU jadi fosil sebab dia ulama NU, yang tahu pasti NU sudah kokoh akarnya sebab fondasinya sudah kuat sejak didirikan oleh para ulama dulu. Kecuali kalau dirusak sendiri oleh orang NU yang mengaku ulama. Seperti kata Gus Mus, orang ini pasti bukan ulama, sebab dia berpolitik secara berlebihan. Terlalu dia,” katanya.

Cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari, Irfan Yusuf Hasyim atau Gus Irfan menyatakan, tidak ada yang perlu ditakuti oleh keluarga besar NU jika pasangan calon nomor urut 02 memenangkan Pilpres 2019. Dia menegaskan bahwa Prabowo-Sandi tidak akan mengabaikan NU atau bahkan berupaya menghapus budaya tahlilan. Artinya, tidak mungkin NU jadi fosil.

“Tidak ada yang harus ditakuti oleh NU dan dunia pesantren, dengan kemenangan Prabowo-Sandi,” kata Gus Irfan.

“Kalau ada yang takut, hanya oknum yang mengatasnamakan NU dan menyebar hoaks tentang Prabowo untuk menakuti warga NU agar tidak memilih 02,” katanya.

Gus Irfan menekankan bahwa anggapan NU akan ditiadakan jika Prabowo-Sandi menang adalah hoaks. Dia berani menyimpulkan demikian lantaran saat ini merupakan bagian timses Prabowo-Sandi. “Saya adalah bagian dari tim ini, jadi saya tahu situasi di tim,” ucap Irfan.

Gus Irfan berharap relawan, simpatisan atau pendukung Paslon nomor urut 01 berhenti melakukan hoax. Lebih baik kontestasi Pilpres 2019 diisi dengan menjual kelebihan Paslon masing-masing. Bukan malah mengumbar informasi palsu hingga meresahkan masyarakat.

“Kita fokus menawarkan keunggulan Prabowo Sandi, tidak menakut nakuti masyarakat, dengan isu komunisme di kubu sebelah, misalnya,” kata Gus Irfan.

Di jagat media sosial beredar video ceramah yang dihadiri cawapres nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin. Seorang pendakwah mengatakan pihak yang tak suka dengan NU akan bangkit dan menghapus budaya ahlussunnah wal jama’ah jika Kiai Maruf kalah dalam Pilpres 2019.

“Jangan berpikir masih ada tahlil, jangan berpikir masih ada zikir di Istana, jangan berpikir ada Hari Santri apabila sampai Kiai Ma’ruf ini kalah. NU nanti jadi fosil,” ujar seorang pendakwah dalam video yang diunggah akun Twitter @tohir2349, Senin (18/3).

Pendakwah itu melanjutkan, “Jawabnya hanya satu, kalau ingin semuanya masih 17 April yang akan datang semua kita jawab untuk memenangkan Kiai Ma’ruf Amin. Itu adalah jawaban, bagaimana menyelamatkan Ahlussunnah Wal Jama’ah dan bagaimana menyelamatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar dia.

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade menyayangkan sikap Cawapres KH Mar’uf Amin yang diam saja saat salah seorang ulama menyebut NU akan menjadi fosil jika Jokowi-Maruf tak terpilih di Pilpres 2019 seperti terlihat dalam video itu.

Padahal, ucapan yang direkam dan viral di sosial media itu langsung dilontarkan di hadapan KH Maruf.

“Kiai Maruf menikmati hoax yang disampaikan di depan beliau. Padahal waktu debat beliau berjanji. ‘Saya bersumpah demi Allah akan memerangi hoax’.Tapi hoax di depan beliau tidak berani (menegur),” sesalnya dalam konferensi pers rilis Survei Indo Barometer di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (21/3).

Menurutnya, kekhawatiran para ulama yang diabadikan dalam sebuah video itu tak benar alias hoax. Andre yang juga Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra ini lagi-lagi menegaskan kalau kekhawatiran tersebut merupakan hoax.

“Seharusnya beliau (Maruf Amin) sebagai calon wakil presiden, kalau orang bicara bilang ‘Heh Anda hentikan, itu tidak benar’. Seharusnya itu yang dilakukan oleh Kiai Maruf. Tapi ternyata beliau hanya diam, menikmati hoax itu diucapkan oleh pendukungnya. Jadi beda kata dengan perbuatan,” pungkasnya.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Yandri Susanto menjelaskan bahwa pihaknya akan melaporkan pelaku dan penyebar video kampanye yang tersebar di sosial media itu ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kamis (21/3/2019).
“Kami dari BPN, melalui bidang hukum, Insya Allah pasti melaporkan itu karena sangat merugikan pasangan 02,” ujar Yandri saat menggelar konferensi pers di ruang Fraksi PAN, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/3/2019). Menurutnya video tersebut berisi fitnah yang merugikan pihak pasangan calon (paslon) nomor urut 02. (cnni/wis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.