MOJOKERTO | duta.co –  Setelah beredar hampir merata di masjid yang berada pada kota-kota Jawa Barat dan Jawa Tengah,  kini Tabloid Indonesia Barokah yang isinya memfitnah capres Prabowo Subianto mulai masuk Jawa Timur. Tabloid itu ditemukan di sembilan pesantren di Kota Mojokerto, Jawa Timur. Masing-masing pesantren menerima kiriman dua eksemplar tabloid yang menjadi kontroversi menjelang pemilu presiden 2019 itu. Selain itu juga beredar di masjid Kota Surabaya dan daerah lain.
Salah satu pesantren yang jadi sasaran adalah Pesantren Alquran Nurul Huda di Jalan Kiai Haji Usman, Kelurahan Surodinawan, Kota Mojokerto. Lembaga pendidikan tradisional Islam itu menerima kiriman amplop yang berisi dua eksemplar tabloid Indonesia Barokah.
Pimpinan pesantren mengaku tak mengetahui siapa pengirim maupun asal tabloid Indonesia Barokah itu. Konon tabloid itu diproduksi di Bekasi lalu disebar ke seluruh Jawa via pos.
Pengasuh Pesantren, Ahmad Syaifulloh, kepada wartawan yang menemuinya pada Kamis, 24 Januari 2019, mengatakan bahwa sebelum mendapat kiriman, pihaknya sudah mendengar tabloid Indonesia Barokah banyak beredar di kalangan pesantren di Mojokerto.Menurutnya, tabloid dengan enam belas halaman itu memuat berita tentang kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden, yakni Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Namun isi berita di tabloid Indonesia Barokahlebih banyak memuat konten negatif dan menyoroti pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, seperti hoax tentang penganiayaan Ratna Sarumpaet serta kegiatan Reuni 212. Karena itu banyak kalangan menilai pembuat dan penyebar hoax melalui tabloid itu dari kubu lawan politik Prabowo. Hal ini harus diusut tuntas agar Presiden Jokowi tidak dituduh menerapkan hukum tebang pilih.
Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menilai Tabloid Indonesia Barokah adalah bagian dari kampanye hitam di Pemilu 2019.Pasalnya tabloid tersebut memuat pemberitaan yang tendensius terhadap dirinya dan Prabowo Subianto serta ketidakjelasan siapa yang bertangung jawab.

“Kita serahkan kepada aparat penegak hukum ya karena itu bagian dari kampanye hitam yang sudah kita sepakati sama-sama tidak dilakukan pada Pemilu 2019,” kata Sandiaga di sela-sela kegiatanya di Jalan Tomang Raya, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Kamis (24/1/2019).

Sandiaga juga mengaku tersentak saat tahu terbitnya Tabloid Indonesia Barokah. Sandiaga juga khawatir tabloid tersebut memunculkan perpecahan di masyarakat.

“Ini buat saya khawatir, mari kita jangan saling menyalahkan. Kita harus introspeksi diri dan saling memperbaiki di 80 hari ke depan menjelang hari pemilihan dengan tidak saling menjatuhkan,” ungkapnya kemudian.

Menurut dia, informasi maupun pemberitaan seperti tabloid tersebut juga sebenarnya sudah tidak diterima oleh masyarakat Indonesia. Karena itu harus dilawan sebab faktanya memang tidak benar.  (rif/vvn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.