Prof Djoko Santoso (kiri) saat webinar #SalingMenjaga, Senin (5/7/2021). DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Isolasi mandiri (isoman) wajib dilakukan mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Namun, bukan sembarang isoman, tapi tetap harus dilakukan sesuai prosedur agar isoman bisa efektif dan membawa kesembuhan bagi pasien.

Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), Prof Djoko Santoso mengimbau masyarakat yang positif Covid-19, isolasi dilakukan dengan benar. Protokol kesehatan (prokes) yang dikeluarkan pemerintah harus dilakukan.

“Karena sudah standar WHO. Isoman harus di tempat yang aman, tidak menganggu dan membahayakan anggota keluarga yang lain. Juga  harus tetap mempertahankan kebugaran tubuh, tidur cukup tujuh jam sehari, makan dengan gizi seimbang dan mengonsumsi vitamin-vitamin yang dibutuhkan tubuh,” ujar Prof Djoko saat webinar #SalingMenjaga yang digelar BMW Astra, Senin (5/7/2021).

Dalam webinar yang diikuti seribu konsumen BMW Astra dari seluruh Indonesia itu, Ketua Senat Akademik Unair itu juga menjelaskan jika saat isoman timbul gejala pilek, batuk dan panas, maka boleh mengonsumsi obat-obatan yang dianjurkan dokter.

 Antibiotik juga diperbolehkan untuk dikonsumsi, bukan untuk virusnya tapi untuk membunuh kuman-kuman yang ada di saluran pernafasan sehingga sistem tentara di dalam tubuh fokus pada virusnya.

“Juga penting untuk memantau saturasi oksigen dengan alat oximeter. Minimal delapan kali sehari mengeceknya. Jangan sampai terlambat,” tandas Prof Djoko.

Isoman jika termasuk katagori orang tanpa gejala (OTG) selama 10 hari ditambah tiga hari jika ada gejala. “Dan saturani oksigen harus minimal 96 – 97 hingga sembuh,” tukasnya.

Dikatakan Prof Djoko, masyarakat yang penting mematuhi semua prokes 5M yang ditetapkan pemerintah. Selain itu, menyukseskan program vaksinasi juga harus dilakukan. Karena jika herd immunity (kekebalan kelompok) sudah mencapai 80 persen, maka virus corona ini akan seperti virus lainnya misalnya influenza.

“Jadi kita bisa hidup berdampingan dengan Covid-19 ini walau nantinya tidak akan sebebas seperti sebelum adanya pandemi,” tuturnya.

CEO BMW Astra, Fredy Handjaya mengaku prihatin dengan kondisi saat ini. Namun, banyaknya informasi tentang Covid-19 ini membuat masyarakat bingung. Edukasi yang benar perlu dilakukan agar tidak salah dalam menyerap informasi. “Makanya itulah pentingnya kita saling menjaga agar virus ini tidak lagi menyebar,” tukasnya. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry