Mobil dinas Bupati Jombang, Nyono S Wihandoko, di Mapolres Jombang, diamankan KPK. DUTA.CO/ NURUL YAQIN.

JOMBANG | duta.co – Kasus dugaan korupsi yang melibatkan Bupati Jombang,   Nyono S Wihandoko yang terkena OTT KPK. Tidak menutup kemungkknan bakal menyeret sejumlah pejabat di Jombang. Pasalnya, Selasa (13/2/2018) Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa sejumlah pejabat Pemkab Jombang.

Pemeriksaan dilakukan di salah satu ruangan Polres Jombang. Sementara yang diperiksa diantaranya Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar)  Tjitrawatie (Cicik),  Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Abdul Kudus, serta Kepala Puskesmas Perak ,Oisatin.

Tjitrawati membenarkan bahwa dirinya diperiksa KPK. Bahkan dia juga sempat ditanyai tentang kenal apa tidak dengan Plt Kepala Dinas Kesehatan Inne Silestyowati, yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. “Ya sempat ditanya tentang pekerjaan serta kenal apa tidak dengan Bu Inna,” kata wanita yang akrab disapa Cicik ketika keluar dari ruang pemeriksaan.

Sementara itu, pada waktu yang hampir bersamaan mobil dinas (mobdin) Bupati Jombang non aktif Nyono Suharli Wihandoko terparkir di halaman belakang Polres Jombang.  Diduga, mobil berpelat merah S 1 WP itu disita KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).

Kendaraan jenis Toyota Camry dengan cat warna hitam itu dibawa ke Polres Jombang oleh salah satu ajudan bupati, yakni Munir. Awalnya, mobil tersebut menggunakan pelat hitam S 1705 BS. Selanjutnya, Munir menuju
Gedung GBB (Graha Bhakti Bhayangkara) Polres Jombang. Di ruang GBB itulah sejumlah petugas KPK memeriksa sejumlah pejabat Pemkab Jombang.

Kemudian, Munir disuruh salah satu petugas, mengganti pelat hitam menjadi merah, yakni S 1 WP. Petugas dari KPK tersebut selanjutnya memeriksa mobil Camry itu. Belum ada konfirmasi terkait dugaan penyitaaan tersebut.

Sebelumnya Plt Kepala Dinas Kesehatan Inna Silestyowati dan Bupati Jombang Nyono Suharli ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan jual beli jabatan dan perizinan. Inna sebagai penyuap dan bupati sebagai penerima suap.

Uang yang diserahkan Inna  kepada Nyono diduga berasal dari kutipan jasa pelayanan kesehatan atau dana kapitasi dari 34 Puskesmas di Jombang yang dikumpulkan sejak Juni 2017 sekitar total Rp434.000.000. (rul)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.