Prof Dr H Rochmat Wahab dan Bus Trans Jatim. FT/IST

SURABAYA | duta.co – Ada penumpang istimewa dalam Bus Trans Jatim koridor II rute Surabaya–Mojokerto. Adalah Prof Dr H Rochmat Wahab, MPd, MA. Guru besar ilmu pendidikan anak berbakat Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta itu, naik dari Mojokerto ke Surabaya.

“Alhamdulillah! Saya benar-benar terkagum. Ternyata betul, ada bus umum yang nyaman, bagus, tepat waktu dengan pelayanan begitu ramah. Ini benar-benar transportasi umum yang nyaman dan terjamin keselamatannya,” demikian  Prof Rochmat dalam grup medsos warga NU, Minggu (12/11/23).

Ceritanya, Prof Rochmat menghadiri acara reuni PGAN Mojokerto tahun 1967-1992, di Mjokerto. “Mau balik ke Yogyakarta, tiba-tiba ada rapat penting di Jakarta. Karena mencari tiket Kereta Api Mojokerto-Gambir tidak ada, maka, saya harus ke Surabaya. Pakai pesawat Surabaya-Jakarta. Dan dapat, terbang Senin pagi,” tegasnya.

Masalah berikutnya adalah harus pergi ke Surabaya. Ternyata, banyak yang mengabarkan bahwa sekarang ada bus AC, nyaman, aman dan murah. “Amazing dan jempol 9 untuk Gubernur Jatim, Bu Khofifah. Saya pikir Rp 50 ribu, ternyata Cuma Rp 5 ribu. Sudah begitu pelayanannya sangat ramah,” terangnya.

Kehadiran Bus Trans Jatim koridor II ini, memang melengkapi Trans Jatim koridor I yang memiliki rute Sidoarjo – Surabaya – Gresik. “Trans Jatim Koridor II memberi manfaat bagi masyarakat dan kami akan terus meningkatkan layanan transportasi,” ujar Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan bus tersebut.

Total armada bus yang disiapkan Trans Jatim koridor II adalah sebanyak 22 unit. Untuk tahap awal, bus Trans Jatim koridor II melayani rute Terminal Kertajaya Mojokerto – Terminal Krian – Terminal Purabaya. Total ada 53 halte yang dilalui bus tersebut. Sedangkan jam operasionalnya mulai pukul 05.00 – 21.00.

Bagi masyarakat yang ingin naik bus tersebut, bisa membeli tiketnya melalui aplikasi TRANSJatim-Ajaib agar lebih mudah. Hal ini karena cukup menggunakan HP. Selain untuk membeli tiket Transjatim, aplikasi TRANSJatim-Ajaib ini juga bisa digunakan untuk melihat rute bus Transjatim.

Melihat Sungai Brantas

Menurut Prof Rochmat, innovasi alat transportasi umum ini bisa jadi contoh. “Saya yakin banyak potensi yang bisa dieksplorasi menjadi materi kebijakan baru di masa-masa mendatang.  Salah satu contoh, saya adalah salah satu dari banyak penikmat Tangkis Sungai Brantas. Di masa kecil dan muda, sangat menikmat indah, bersih dan rapi. Sehingga baik untuk main layang-layang, kembala ternak, jalan kendaraan ringan (sepeda dan motor),” katanya.

Nah, akibat dari reformasi yang dimaknai secara keliru, semua orang bebas menanam pohon sesukanya. Juga pengambilan pasir Brantas yang tak terkontrol. Akibatnya tangkis menjadi rusak dan jalan sekitar Brantas ikut rusak. Ujungnya tidak mampu memberikan manfaat yang tepat dan lebih. Semoga ke depan penataan lingkungan sepanjang sungai BRANTAS bisa ditata dan direvitalisasi. (mky dan jawapos.com)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry