
SURABAYA | duta.co – Delapan mahasiswa dan dua dosen dari Universiti Islam “Sultan Sharif Ali” Brunai Darussalam, saat mengunjungi Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS), Jumat, mengakui kagum dengan inovasi MAS dalam arsitektur/desain, fasilitas pelayanan, usaha, dakwah digital, dan kebersihan.
“Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan akademik yang bertema ‘Inbound Mobility’ untuk mempererat hubungan intelektual kami dengan UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya dan hubungan spiritual kami dengan Masjid Al-Akbar,” kata pimpinan Pusat Penyelidikan Mazhab Syafii dari Universiti Islam Brunai, Prof Madya Kamal Marjuni.
Dalam kunjungan yang disambut Ketua Badan Pelaksana Pengelola (BPP) MAS DR KHM Sudjak MAg, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UINSA Hj Suqiyah Musafa’ah MAg, dan Kepala Prodi Desain STAI Masjid Al-Akbar Hj Nur Mahmudah, Prof Madya Kamal Marjuni juga mengaku tersanjung atas jamuan dan sambutan dari pihak Masjid Al-Akbar.
Sementara itu, Ketua BPP MAS DR KHM Sudjak menyambut positif kunjungan itu dan memperkenalkan profil Masjid Al-Akbar yang juga memiliki sejumlah destinasi wisata, seperti Taman Asmaul Husna, Edupark, Urban Farming, Green House, Green Toilet, dan sebagainya.
“Alhamdulillah, kami dapat berbagi dan bertukar informasi, terutama karena pihak Universiti Islam Brunai sangat tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang sistem pengelolaan Masjid Al Akbar Surabaya, sejarah, dan peradaban yang inovatif,” katanya.
Setelah penyambutan itu, mahasiswa dan dosen dari Brunai itu menyerahkan dua mushaf Al-Qur’an dengan “Bismillahirrohmanirrohim” dan “Audzubillahiminassyaithonirrojim” yang ditulis tangan langsung oleh Sultan III Brunai, kemudian mereka berkeliling ke berbagai ruangan/fasilitas MAS yang sebelumnya diperkenalkan Ketua BPP MAS, diantaranya Menara 99m.
Sebelumnya (10/5/2025), Pengurus Masjid Kampung Masin dari Brunei Darussalam juga melakukan kunjungan silaturrahim dan studi banding ke Masjid Al Akbar Surabaya, yang banyak mendiskusikan terkait pengembangan program keagamaan, pemberdayaan ekonomi umat, dan tata kelola kelembagaan masjid secara profesional. (*/mas)