PONTIANAK | duta.co — Klub Riset IAIN Pontianak menggelar anjangsana atau kunjungan silaturrahim ke tempat-tempat bersejarah di kota Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (02/12) pagi. Lokasi-lokasi yang dikunjungi adalah Tugu Khatulistiwa dan Istana Kesultanan Kadariah, dan Masjid Jami’ Pontianak.

Keberangkatan yang dimulai pukul 08.30 WIB ini diikuti puluhan peserta dari lintas fakultas yang tergabung dalam Klub Riset IAIN Pontianak. Agenda tahunan Klub Riset IAIN Pontianak ini diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta.

Pasalnya, masing-masing dari peserta akan dilatih meneliti langsung di lapangan. Hal ini dimaksudkan agar potensi menulis dan mental para peserta dapat terasah.

Maksud senada juga disampaikan oleh dosen Pembina klub riset, Didi Darmadi. Menurutnya penelitian lapangan ini diharapkan melatih langsung mental dan jiwa peneliti agar kemampuan menulis semakin tinggi.

“Penelitian dengan cara terjun langsung ke lapangan adalah cara untuk membuat mental menulis dan jiwa-jiwa ilmiah timbul dalam diri peneliti muda. Kegiatan seperti ini adalah roh akademik bagi civitas akademika,” ungkapnya.

Pemandu anjangsana, Bibi, juga mengarahkan agar para peserta memanfaatkan dengan baik kesempatan ini untuk mencari dan mengumpulkan data sebanyak mungkin.

“Diharapkan kepada kawan-kawan peserta agar sebaik mungkin memanfaatkan waktunya supaya data yang kalian dapat terkumpul banyak, dengan data itu kalian akan lebih mudah menulis nantinya,” ujarnya.

Penelitian dimulai dari Tugu Khatulistiwa sekitar pukul 09.00 WIB. Masing-masing peserta memfokuskan pada penelitian yang diminatinya. Diantaranya mengenai sejarah, budaya, arsitektur, ekonomi, dan manuskrip.

Sebelum itu, sedari awal para peserta sudah dibekali pengetahuan mengenai penelitian sehingga mereka tinggal mengaplikasikan apa yang telah didapatkan sebelumnya.

Gunawan sebagai salah satu peserta menunjukkan antusiasnya dalam penelitian pada kesempatan ini. Ia mulai mendokumentasikan beberapa foto yang dipajang di dalam ruangan tugu khatulistiwa sebagai bahan dasar penelitian.

Demikian pula dengan para peserta lainnya.Setelah data terkumpul cukup, seluruh peserta melanjutkan perjalanan menuju istana Kadariah. Di istana mereka tak kalah bersemangat mencari dan mengumpulkan data.

Namun karena banyaknya kegiatan para petinggi istana, sehingga peneliti muda itu hanya mendapatkan data apa adanya. Itu tidak mengurangi antusiasme peserta anjangsana.

Selang beberapa lama hujan turun deras, cuaca ini sama sekali tak menyurutkan semangat peneliti muda, di dalam istana mereka terus mencari dan menggali informasi sebisa mungkin.

Setelah penelitian selesai Pembina klub Riset Didi Darmadi mengarahkan seluruh peserta berkumpul dan mendiskusikan apa yang telah didapatkan. Kemudian memberikan jangka waktu selama 5 hari untuk menulis hasil penelitiannya lantas dikumpulkan dan dikoreksi serta dinilai untuk pengembangan berkelanjutan.

Ia juga menyarankan agar para peserta kembali mencari data dilain waktu jika yang didapat belum lengkap agar hasilnya lebih valid selama belum sampai tempo waktu. (Juharis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.