PERESMIAN GEDUNG: Kepala Sekolah SD Juara, Suradin (kanan) saat menunjukkan foto-foto fasilitas gedung yang ada usai peresmian Gedung Sekolah SD Juara Surabaya, Kamis (04/04/2019). Sekolah Juara merupakan salah satu program Rumah Zakat dalam pendirian sekolah dengan memberikan pendidikan terjangkau dan berkwalitas bagi masyarakat yang membutuhkan. DUTA/Wiwiek Wulandari

SURABAYA | duta.co – Sekolah Juara salah satu Program Rumah Zakat dalam pendirian sekolah untuk memberikan pendidikan murah dan berkualitas bagi masyarakat yang membutuhkan. Aktivitas sekolah dirancang sesuai dengan standar pemerintah dan pendekatan pembelajaran dengan konsep multiple intelligences memungkinkan siswa menggali beragam potensi agar menjadi insan mandiri dengan mental juara yang menjadi pondasi long life motivation.

Di Surabaya SD Juara hadir dengan bangunan tingkat SD yang berada tepatnya di Tambak Medokan Ayu XIII No. 7 Rungkut, Surabaya. SD Juara Surabaya berdiri sejak tahun 2009 dengan konsep gratis berkualitas untuk Yatim/Piatu dan Dhuafa. Berawal di Jalan Ir. Soekarno-Hatta tepatnya di sebelah barat jembatan Kedung Baruk dengan status Gedung sewa dan siap beli.

Ketika mendekati pelunasan pihak pemilik tanah membatalkan secara sepihak dan segera mencari pengganti. Sebab itu, Rumah Zakat pindah di Gedung Yayasan Al Kamil. Kurang lebih 5 tahun kemudian Rumah Zakat sempat kena teguran dari Dinas Pendidikan Pemerintah Kota Surabaya untuk mempunyai Gedung yang baru sebagai syarat utama legalitas sekolah. Karena teguran itulah, siswa-siswi SD Juara diselamatkan merger sekolah dengan SDI Darussalam.

Dan kini Rumah Zakat telah memiliki Gedung milik sendiri dan legalitas dari Dinas Pendidikan sejak bulan Juli 2018. Dengan Penerimaan Peserta Didik Baru sejumlah 15 siswa sebagian besar tidak jauh dari lokasi Gedung. Dengan menggunakan Metode kurikulum  Dinas dan Kurikulum khas Sekolah Juara yaitu Tilawah Tahfidz Quran dan Core Value JUARA (Jujur, Ulet, Aktif, Religius dan Amanah).

Program Unggulan SD Juara Surabaya diantaranya, Tahfidz (siswa hafal minimal 2 Juz setelah lulus), Tahsin (target kelas 3 siswa bisa membaca Al Qur’an dengan baik dan benar), Pembinaan Karakter, Parenting Bulanan, Outbond, Field Trip dan Pembiasaan ibadah keseharian. Yaitu Sholat Berjamaah tepat waktu, Sholat Dhuha dan Asmaul Husna.

“Untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) awalnya berkomitmen untuk sekolah Gratis berkualitas, namun karena banyaknya permintaan dari orangtua yang sudah melihat track recordnya SD Juara Surabaya, akhirnya kita berlakukan berbayar namun biaya Pendidikannya masih jauh di bawah SDIT yang ada di Surabaya. Dengan porsi 80% untuk berbayar dan 20% beasiswa gratis dengan target 30 anak setiap tahunnya.” Kata Suradin, S. Si selaku Kepala Sekolah SD Juara Surabaya.

“Biaya Pendidikan di sekolah Islam sekarang mahal-mahal sudah mencapai dua puluhan juta, karena kita sadar akan pentingnya penanaman Pendidikan Islam dan pembiasaan ibadah keseharian dari sejak kecil. Maka saya sangat senang dengan hadirnya SD Juara Surabaya ini, karena saya tidak perlu khawatir lagi tentang Pembiasaan-pembiasaan kesehariannya, di rumah kita arahkan dengan benar. Dan pastinya biaya pendidikannya lebih terjangkau, jarak rumah dengan sekolah tidak terlalu jauh.” ujar Nur Fadilah salah satu orang tua murid. (imm)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.