Jajaran Komisari dan Direksi PT Pupuk Kalimantan Timur dalam sebuah acara panen raya. (FT/RRI.CO.ID)

YOGJAKARTA | duta.co – Komisaris PT Pupuk Kalimantan Timur, Bambang Supriyambodo memberikan pengarahan sekaligus brainstorming (menjawab masalah) penyaluran pupuk bersubsidi milik petani kepada ratusan distributor dari 28 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur.

“Bukan untuk menggurui. Ini brainstorming, menjawab masalah. Dengan begitu tahun 2018, kinerja distributor maupun PT Pupuk Kaltim, semakin baik,” demikian disampaikan Bambang Supriyambodo dalam acara ‘Gathering dan Penandatanganan SPJB (Surat Perjanjian Jual Beli) tahun 2018’ di Hotel Grand Inna Malioboro, Yogjakarta, Jumat (12/1/2018).

Pria kelahiran Klaten, 12 Januari 1961 itu, menekankan betapa pentingnya memperhatikan nasib petani. “Kita bekerja untuk petani, kita diberi keuntungan oleh petani. Lalu, apa yang sudah kita berikan kepada petani? Sebagai penerima amanah pupuk bersubsidi, bekerjalah secara profesional,” tegas mantan Manager Pembinaan Hutan Alam (1988-1994) ini.

Pria yang suka blusukan tanpa pengawalan ini, mengaku sering menemukan kekurangan-kekurangan di lapangan. Untuk itu, ia minta distributor maupun jajaran PT Pupuk Kaltim tak segan-segan ‘jemput bola’.  “Jangan menunggu masalah datang, kita harus jemput bola. Cari masalahnya, cari solusinya. Bekerjalah dengan jujur, jangan menutup-nutupi kekurangan,” tambahnya.

Bambang juga memberikan apresiasi adanya asosiasi distributor di Jawa Timur. Menurutnya, dengan wadah asosiasi ini, distributor bisa membentuk teamwork yang baik, membangun sinergitas, sehingga lebih kuat.

“Tahun 2018 adalah era teamwork. Bangun kebersamaan untuk menuntaskan masalah. Distributor dan kios perannya adalah pelayanan. Jangan jadi bos, tugas kita ke petani adalah melayani,” jelasnya dengan nada serius.

Masih menurut Bambang, program PI Mart (Pupuk Indonesia Mart) adalah bagian dari upaya memudahkan petani mendapatkan pupuk. “Seperti disampaikan Pak Syamsu (GM Pemarasan PSO I PT Pupuk Kaltim Syamsu Alamsyah red.) perlu adanya display (penataan) produk yang bagus. Semua ini dilakukan untuk memudahkan dan menyenangkan petani dalam mencari pupuk,” lanjutnya.

Ia juga menyarankan distributor membuat edukasi pertanian dalam bentuk demplot (demontration plot), sebuah langkah mengenalkan teknologi pertanian yang berorientasi peningkatan produksi padi sawah.

“Mengapa tidak, di Banyuwangi misalnya, bisa dibuat seperti itu. Kalau ada demplot, distributor bisa saling belajar dengan mengunjunginya,” ungkapnya sambil memuji kreatifitas Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Tak kalah penting, menurut Bambang, adalah mengantisipasi pencabutan subsidi pupuk. Ini penting sebagai langkah jangka panjang. Petani sendiri, tidak mau terus menerus disubsidi. “Pada dasarnya petani tak mau ‘mengemis’, kalau pendapatan mereka naik, tidak mau lagi disubsidi. Sekarang sudah ada petani yang menolak pupuk subsidi,” tambahnya.

Jadi, lanjutnya, kontribusi petani selama ini sudah luar biasa. Sumbangsih petani terhadap distributor, kios, pengecer termasuk PT Pupuk Kaltim, luar biasa besar. “Setidaknya, 40% pendapatan kita disumbang petani. Maka, berterima kasihlah kepada petani, tunjukkan kinerja yang bagus agar mereka senang,” pesannya.

Bambang Supriyambodo (berbaju putih) ‘terpaksa’ mengikuti proses Ultah ke 57 secara mendadak. (FT/MKY)

‘Brainstorming’ ini diakhiri dengan potong kue tar. Ini karena Agung Wahyudi, Ketua Asosiasi Distributor PT Pupuk Kaltim sempat ‘memergoki’, bahwa 12 Januari adalah hari lahir Bambang Priyambodo yang juga dikenal sahabat seangkatan Presiden Jokowi di Fakultas Kehutanan UGM.

Potong kue untuk yang tertua dan termuda. Doa barokah dari Asosiasi Distributor PT Pukpuk Kaltim pun mengalir. (FT/MKY)

“Potong kuenya…, potong kuenya…., potong kuenya sekarang juga, potong kuuuenya, sekarang jugaaa….,” lagu ulang tahun itu terus menggema di ruang pertemuan Hotel Grand Inna Yogjakarta. Ucapan dan doa panjang umur itu terus berdatangan, mabruuk alfa mabruuk. (mky)

 

Tinggalkan Balasan