Kafilah Surabaya di MTQ XXIX Jawa Timur di Pamekasan. (FT/ist)

SURABAYA | duta.co – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXIX Jawa Timur di Pamekasan, Madura menyisakan rasa ‘pahit’ bagi kafilah Kota Surabaya. Menempati posisi ranking 30, membuat kafilah Surabaya harus bersungguh-sungguh merebut juara umum di MTQ XXX tahun 2023 di Kota Pasuruan.

“Kami sangat berterimakasih kepada perwakilan dari Dinsos, dalam hal ini Pak Rizal. Dari beliau saya tangkap akan ada pembinaan MTQ ke depan. Bahkan akan digelar lomba tingkat Kelurahan dan Kecamatan di Kota Surabaya untuk menyiapkan kafilah yang handal,” demikian Manzilatur Rahmah, Juara 3 Qiroat Mujawwad  MTQ XXIX Jawa Timur di Pamekasan, Jumat (12/11/21).

Menurutnya, MTQ ke-XXIX Jawa Timur di Pamekasan harus menjadi pelajaran bersama bagi kafilah Surabaya. Bahwa, kita membutuhkan persiapan yang matang. Evaluasi telah dilakukan. Surabaya akan memperbaiki sistem pembinaan. Kalau perlu ada karantina sebulan sebelumnya.

Karena Pandemi

“Sesungguhnya, pendampingan Pemkot sudah sangat bagus. Mulai dari penginapan sampai makanan, barangkali paling bagus dari daerah lain. Karena itu, butuh evaluasi, terutama pada sistem pembinaan,” tegasnya.

Soal beredarnya video para kafilah (wanita) Surabaya mendorong mobil mogok, diakui, memang benar. Tetapi, itu karena kondisi jalan yang sepi, lalu muncul inisiatif ikut mendorong.

“Pun kalau disebut tidak ada pembinaan selama 10 tahun, itu tidak benar. Sebelum pandemi sebulan sekali pembinaan. Karena kemarin pandemi, pembinaan cuma berlangsung 3 kali, kita tahu ada larangan berkerumun,” pungkasnya. (mky)

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry