
SIDOARJO | duta.co – Heboh! Lapangan voli di bilangan RT 55, RW-10 Perumahan Graha Permata Desa Sidorejo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Minggu (9/8/26) penuh dengan ibu-ibu. Suasananya meriah. Mereka tengah merayakan HUT ke-81 Republik Indonesia (RI) dengan macam-macam lomba. “Kita lupakan dulu tugas masak di rumah. Hari ini, kita syukuri nikmat Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia,” kata Miko, Ketua Panitia HUT ke-81 RI dalam sambutannya.

Rentetan lomba rampung digelar. Juara 1 (voli) dari RT 49 disusul RT 46. Sementara juara Bulutangkis juga RT 49 dan, juara 2 RT 51. Meski di tengah kondisi ekonomi yang cekak, kebersamaan dan kerukunan warga adalah yang utama. “Jangan menambah pusing. Panitia HUT selalu tekor. Selain dana (jatah) dari RW, sponsor tahun ini sangat ninim, kita jalan seadanya saja,” tegasnya.
Kendati begitu, ada yang istimewa di HUT ke-81 RI tahun ini (2026), adalah keterlibatan APKLI (Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia) dalam acara ‘Jalan Sehat’ RW-10 yang bakal berlangsung 23 Agustus 2026 pagi. “Termasuk di Perumahan Graha Permata, RW-10 Desa Sidorejo, Krian, kami ikut berpartisipasi. APKLI akan memberi dukungan tenda UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) untuk bazar warga perumahan, hiburan elektone bersama NEW DENIZA dan hadiah hiburan doorprice bagi peserta yang, sangat menarik,” kata S Prasetyo, Sekretaris DPD APKLI Sidoarjo kepada duta.co.

Menurut Tyo panggilan akrabnya, selain di Desa Sidorejo, APKLI juga turun di beberapa bazar bertajuk “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” tersebut. “Kami juga mengadakan jelajah bazar di 18 kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo. Jika perlu, demi UMKM warga Sidorejo, kami siap bekerjasama untuk membangun jaringan bisnis usaha mikro dan menengah,” tambahnya.
APKLI Sidoarjo, katanya, terus bergerak, berperan dalam kegiatan yang positif dari skala kecil maupun besar. APKLI ingin berdampak, bermanfaat untuk masyarakat dan mendukung ekonomi kerakyatan. “Doanya, kami terus keliling desa, kami ingin bangkit bersama-sama demi kesejahteraan UMKM. Terkhusus, perumahan ini, saya melihat banyak UMKM, mereka perlu pendampingan dalam merebut pasar global,” jelas Tyo.

Ketua RW-10, Mokhammad Kaiyis menyambut positif program yang dibesut APKLI. Menurutnya jalinan kerjasama UMKM bersama APKLI perlu dibangun lebih kokoh lagi. “Terimakasih APKLI, di perumahan banyak UMKM yang butuh pendampingan. Dengan segala kerterbatasan, APKLI bisa menuntun mereka untuk lebih hebat lagi. Apalagi di RW-10 juga ada Koperasi berbadan hukum serta bisnis emak-emak yang perlu diberdayakan,” jelas Kaiyis yang juga anggota Dewan Kehormatan (DK) PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Jatim ini. (mky)





































