Tampak perwakilan dari Siantar Top dan SER PWNU Jatim (H Abdul Halim, kanan) secara simbolis memberikan santunan. (FT/NIZHAM)

SIDOARJO | duta.co – Wajah-wajah sumringah tampak dari ratusan anak yatim-piatu dan kaum dhuafa dalam acara buka puasa bersama di Masjid Al-Ikhlas, Perumahan Graha Permata Sidorejo Indah, Krian, Sidoarjo, Minggu (19/05/2019).

Mereka mengikuti acara yang digelar Siantar Top, sebuah perusahaan industri makanan ringan bersama Social Emergency Response (SER) PWNU, diikuti T2P sebuah perusahaan security service.

Perwakilan SER PWNU, H Abdul Halim, mengucapkan terima kasih kepada anak-anak yatim piatu dan kaum duafa yang hadir. “Terima kasih kepada seluruh anak-anak serta kaum duafa, pengurus masjid yang memberikan tempat. Semoga kegiatan ini senantiasa dirahmati Allah SWT,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan buka bersama kali ini bertajuk “Jadikan Anak-anak Kita Sebagai Generasi yang Mencintai Nabi (Muhammad SAW) dan NKRI”. Kepedulian terhadap kaum lemah harus terus dilakukan. Dan, ini menjadi program khusus dari SER NU dan Siantar Top dalam merangkul anak yatim piatu dan kaum dhuafa.

“Alhamdulillah! Kegiatan ini terus berjalan. Tanggal 25 besok kita gelar di Masjid Al-Akbar Surabaya bersama 1500 anak-anak yatim piatu dan kaum duafa,” paparnya.

Bersama ini, tambah Abdul Halim, telah dilakukan 6 titik  kegiatan buka puasa, termasuk di sejumlah titik di Surabaya.

Di tempat yang sama, Ustad Didik Fanani MPd, salah satu pengasuh panti asuhan dari Desa Bareng Karajan, Krian, dalam sambutannya memberikan semangat kepada anak-anak agar menjadi anak yang handal, meski hidup dalam keterbatasan.

“Saya dulu juga seperti anak-anak. Saya menjadi yatim sejak kecil. Saya tetap berusaha bangkit, belajar dan belajar. Hari-hari ini saya sering mengikuti acara bersama keluarga besar anak-anak yatim. Pesan saya, bangkitlah! Jadilah anak yang mandiri,” tegasnya.

Masih kata Didik, pihaknya tak lupa berterima kasih kepada SER PWNU Jatim dan Siantar Top atas program yang diselenggarakan. “Karena siapa saja yang memuliakan anak-anak yatim, maka ia berjalan bersamanya ke surga seperti dua jari yang berdekatan,” ujarnya mengikutip sebuah hadits.

Kegiatan diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin Gus Mujib, salah satu pengasuh Pondok Pesantren As-Sahlaniyah, pesantren tertua di Krian, yang melahirkan ulama-ulama besar. “Saya senang sekali melihat acara seperti ini, artinya kepedulian terhadap kaum lemah harus terus digalakkan,” katanya kepada duta.co.  (nzm)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry