TNI PEDULI : Dandim 0809 Letkol Joko Setyo Kurniawan saat melihat langsung kondisi Mbah Marmi (duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI| duta.co -Datang seorang diri dengan hanya diantar sopir, Dandim 0809 Kediri, Letkol (Arm) Joko Setyo Kurniawan tak kuasa menahan haru melihat kondisi gubuk yang menjadi tempat tinggal Mbah Marmi, nenek renta yang hidup sebatang kara berusia 100 tahun lebih.

Warga RT 03 RW 01 Dusun Susuhbango Utara Desa Susuhbango Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri tidak menyangka bahwa lelaki berbadan tegap berpakaian sipil ini, adalah orang nomor satu di jajaran Kodim.

Dijelaskan Dandim, bahwa kondisi tempat tinggal dan fisik Mbah Marmi membuatnya menjadi tak kuasa menahan keharuan dirinya.

“Pihak desa dan tetangga sebenarnya berniat membantu, namun semua tawaran itu ditolak,” jelas Letkol (Arm) Joko Setyo Kurniawan usai menjenguk Mbah Marmi.  Dandim pun akhirnya berinisiatif akan membangun rumah nenek renta ini dan membawanya berobatnya di RSUD Pelem Pare.

“Alhamdulillah, Mbah Marmi berkenan dan akhirnya kami bawa ke RSUD Pelem, selanjutnya anggota kami secara gotong royong membangun rumahnya. Hanya pesannya, beliau trauma dengan tembok, akhirnya kami buatkan semi permanen. Setidaknya layak untuk tempat tinggal Mbah Marmi,” jelas Dandim.

Disinggung biaya pembangunan rumah dan pengobatan? Dandim menolak dengan tegas bahwa semua merupakan uang pribadinya.

“Ini kegiatan sosial, mohon jangan ditanyakan darimana dana tersebut. Yang jelas ini merupakan bukti kemanunggalan TNI bersama masyarakat. Bahwa TNI juga memiliki tanggung jawab sosial,” jelasnya.

Dijelaskan Dandim, bahwa informasi yang didapat, bahwa suami dan anak semata wayangnya telah meninggal, sementara dalam kondisi hidup sebatang kara menjadikan kondisi kejiwaannya menjadi labil. “Sebenarnya ada 2 keponakannya, yang tinggal satu desa. Namun semua bentuk bantuan dari siapapun selalu ditolak,” jelas Joko Setyo Kurniawan, berharap dalam minggu ini, rumah Mbah Marmi selesai dibangun. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry