OPENING-Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi didampingi General Manager Tunjungan Plaza Surabaya, Steviana Mecano berbincang disela acara persiapan Opening Tunjungan Plaza 6 Surabaya. Pusat perbelajaan ini telah menjadi ikon menjadi yang terlengkap dan terbesar di surabaya selama 30 tahun. (duta.co/Wiwiek Wulandari)

SURABAYA| duta.co –Pakuwon Group terus melakukan ekspansi meski sudah memiliki dan mengoperasikan pusat perbelanjaan terbesar di Surabaya. Setelah di awal tahun 2017 lalu sukses membuka Pakuwon Mall di Surabaya Barat, Pakuwon Group kembali membuka Tunjungan Plaza (TP) 6 di pusat kota Surabaya, pada Sabtu (23/9/2017).

Keberadaan dua mall itu mengukuhkan Pakuwon Group sebagai pengelola pusat perbelanjaan terbesar di Tanah Air. Pakuwon Mall yang memiliki nett leasable area (NLA) 180.000 meter persegi saat ini masih menjadi mall terluas dan terbesar di Tanah Air. Sementara TP 1-6 NLA-nya mencapai 160.000 meter persegi.

Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi mengatakan, saat dibuka, tingkat okupansi tenant di TP 6 sudah mencapai sekitar 80 persen, dan ditargetkan pada akhir tahun 2017 nanti okupansinya menjadi 95 persen.

“TP 6 mengusung konsep life style baru yang menyasar anak muda. Dengan total 5 lantai, sebagian besar tenant yang ada di TP 6 adalah peritel yang baru masuk Surabaya. Setelah TP 6, kita akan segera menyiapkan TP 7,” katanya saat konferensi pers pembukaan TP6, Jumat (22/9/2017).

Dipaparkannya, pihaknya sengaja memberi kenyamanan bagi pengunjung TP 6, diantaranya dengan disediakannya lahan parkir dengan kapasitas 6.500 slot, dengan akses yang mudah dari jalan utama Embong Malang, mall ini juga terintegrasi dengan premium condominium One Icon serta office tower.

Sejumlah tenant tersebut diantaranya Hacienda, Play by Domicile, Dope & Dapper, New Era, Adidas Original, Chir Chir, Zeiss Vision Center, ZAP Clinic, Ezo Cheesecakes, dan masih banyak lagi. Tak hanya itu, di TP 6 nantinya juga akan hadir Planet Sport yang akan menempati areal seluas 1.500 meter persegi dan diklaim merupakan yang terbesar di Indonesia.

“Ini merupakan ciri dari mix-used yang dikembangkan Pakuwon Group, dimana akan menggabungkan pusat belanja dengan hunian vertikal atau office, sehingga selain memberikan nilai tambah bagi penghuni, juga memiliki nilai investasi yang tinggi,” tutur Sutandi.

Oleh karena itu, lanjut dia, Pakuwon Group akan terus melakukan ekspansi, baik hunian, mall, maupun fasilitas. “Pakuwon akan terus bergerak membangun mal, dan terus menciptakan lapangan kerja. Bahkan nanti akan ada pengembangan TP 7 seluas 40.000 m2,” ungkapnya.

Sutandi bilang, proyek-proyek mall telah berkontribusi dalam memperoleh pendapatan recuring income sebesar 50% dari total bisnis Pakuwon Group. Dia pun meyakini, kehadiran tenant asal Jepang Uniqclo di TP 6 bakal meningkatkan trafik kunjungan mal hingga 15%.

“Pasar dari mal TP ini telah mendatangkan orang bukan cuma dari Surabaya pusat, barat bahkan dari timur dan utara hingga luar kota. Jadi kami optimistis pengembangan mal ini masih berpotensi besar walaupun pasar sedang lesu dan ada kompetisi dengan e-commerce,” ujarnya.

Pihaknya mencatat, jumlah kunjungan mal berdasarkan jumlah parkir mobil di Pakuwon Mall mencapai rerata 325.000 mobil per bulan. Jika weekday kunjungan mencapai 11.000-13.000 mobil/hari sedangkan weekend 17.000-20.000 mobil/hari. Sementara kunjungan di TP rerata mencapai 235.000 mobil per bulan, atau setiap weekday mencapai 7.500 mobil/hari dan pada weekend mencapai 10.000-12.500 mobil/hari. (imm)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.