Kapolres Kediri AKBP Sumaryono (duta.co/nanang)

KEDIRI| duta.co – Terkait program nasional digagas Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) menerapkan pola kontra narasi dan kontra proganda atas upaya penyusupan paham radikalisme, jajaran Polres Kediri menindaklanjuti dengan melakukan patroli dialogis dan bersama para tokoh agama serta para kiai, pengasuh pondok pesantren, untuk melakukan antisipasi.

“Kita perlu melakukan preventif dan pro aktif di lingkungan pondok, pendidikan dan keluarga,” jelas AKBP Sumaryono, kemarin.

Maraknya kasus radikalisme dan terorisme, kini mendapat perhatian khusus dikalangan BNPT dan Satgas Kominfo untuk melakukan pencegahan dan sosialisasi kemasyarakat luas. Program kontra narasi, dengan memberikan penjelasan yang benar serta kontra propaganda, aktif melakukan sosialisasi di sejumlah lingkungan, kini dijalankan jajaran Polres Kediri.

“Atas program nasional, kami lakukan pendataan bagi pendatang yang memasuki wilayah hukum kita. Seperti di Kampung Inggris, semua siswa kami data dan kami terjunkan anggota khususnya intel dan reskrim untuk melakukan pengamanan tertutup dan sabhara melakukan patroli dialogis,” jelas Kapolres Kediri, AKBP Sumaryono.

Selain itu, keberadaan tokoh masyarakat dan tokoh agama khususnya di kalangan pondok pesantren, kini mendapat perhatian khusus untuk diajak bersama – sama memberikan pemahaman atas bahaya radikalisme. Tentunya ini menindaklanjuti pernyataan disampaikan, Kepala BNPT, Komjen Pol Suhardi Alius, pihaknya menerapkan kontra narasi dan kontra propaganda.

Pernyataan ini disampaikan usai memberikan ceramah dihadapan ribuan Muslimat NU dalam rangka Harlah ke – 71 se – Jawa Timur yang digelar di GOR Jayabaya, Minggu kemarin.  Diharapkan Suhardi Alius, dengan mengandeng khususnya para  tokoh ulama Nahdlatul Ulama, mampu melakukan deteksi dan pelatihan atas pencegahan wabah teroris.

“Saat ini kami melakukan sosialisasi dan pelatihan bagaimana virus – virus teroris ini tidak menyebar di kalangan keluarga. Mereka menyebarkan ayat – ayat suci yang diulang – ulang dan jika dibiarkan, maka dikuatirkan masyarakat akan membenarkan,” jelas mantan Kabareskrim Mabes Polri. (nng)

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.