PENOLAKAN : Konsolidasi penolakan dukungan Hendry - Yasin diantaranya. Drs. Hery Soekoco mantan ketua Tanfid DPC PKB, H Zubaidi mantan anggota DPRD Blitar, Mukson. (duta.co/hendik)

BLITAR  | duta.co – Intensitas suhu politik jelang diberlakukan kembali tahapan pemilihan kepala daerah secara serentak juga mulai memanas. Salah satunya seperti yang terjadi di kota Blitar.

Mayoritas pengurus dan sesepuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kota Blitar menolak usulan nama pasangan calon walikota dan wakil walikota Hendry – Yasin. Pengusulan nama calin tersebut dinilai menyalahi aturan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Isu keluarnya dukungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kota Blitar pada pasangan Hendri Pradipta Anwar – Yasin Hermanto membuat internal partai bergejolak. Kondisi ini menbuat para sesepuh partai berlambang  bola dunia yang dikelilingi sembilan bintang ini ancang-ancang menolak rekom yang diputuskan DPP PKB Jakarta.

Penolakan pasangan Hendry – Yasin sebenarnya sudah jauh hari menjadi perbincangan kalangan internal partai. Para pendiri sesepuh dan pengurus internal DPC PKB Kota Blitar bereaksi dengan mengelar pertemuan yang dihadiri oleh tokoh dewan Suro dan Tanfid serta para kyai.

Pertemuan tersebut sejatinya merupakan puncak keresahan para pengurus DPC PKB kota Blitar dan sesepuh pendiri partai atas sikap arogansi Ketua DPC PKB Kota Blitar yang dinilai ambil untung terhadap proses pilkada walikota Blitar.

Seperti yang disampaikan oleh Wakil Ketua DPC PKB Kota Blitar, Tantowi jika saat ini beredar isu akan dukungan rekom DPP PKB yang jatuh pada pasangan Hendri – Yasin. Dugaan keluarnya rekom tersebut dinilai tidak sejalan dengan semangat partai PKB Kota Blitar yang menginginkan adanya calon yang didukung oleh kalangan kyai dan sesepuh ulama Blitar Kota. Terlebih partai PKB sangat terbuka terhadap masukan warga nahdliyin yang mengharapkan mengusung kader dari kalangan NU.

“Kami berkumpul disini itu dalam rangka menolak keputusan sepihak  Ketua DPC PKB Kota Blitar yang mencoba ambil untung terhadap proses pilkada walikota Blitar dengan mengusung pasangan Hendri – Yasin,” terangnya saat dijumpai wartawan.

Lebih jauh Tantowi menjelaskan jika kondisi berkumpulnnya para sesepuh dan deklarator DPC PKB kota Blitar ini sebagai jawapan atas sikap Ketua DPC PKB Blitar, Yasin yang memilih mengirimkan surat ke DPP PKB perihal calon walikota dan wakil walikota Blitar. Tidak adanya ruang komunikasi antara pengurus DPC PKB dan para sesepuh serta kyai Kota Blitar diduga dimanfaatkan ketua DPC PKB, Yasin untuk dapat dipasangkan mendampingi Hendri sebagai calon wakil walikota Blitar.

“Ini bagaimana kok isunya sudah mengirimkan nama ke DPP PKB tentang pasangan Hendri- Yasin. Padahal internal partai pengurus sama sekali belum diajak bicara, bahkan mereka mengklaim kalau kyai dan pengurus PKB Kota Blitar setuju terhadap pasangan itu,” ceritanya di hadapan para wartawan.

Lebih lanjut Tantowi menjelaskan keputusan DPC PKB Kota Blitar yang mengusulkan Hendri-Yasin sebagai salah satu kesalahan. Sebab, selama ini dirinya dan para sesepuh menilai jika DPC PKB kota Blitar akan mengusulkan nama-nama yang telah mendaftar sebagai calon walikota atau wakil walikota melalui partai PKB. Namun, kenyataanya isu yang beredar dikalangan kiai dan pengurus DPC memilih mengusung pasangan anak mantan walikota Blitar, Samanhudi Anwar sebagai calon walikota dan berpasangan dengan Yasin sebagai calon wakil walikota.

“Ini sudah tidak jelas, jika ini yang dilakukan oleh DPC PKB Kota Blitar jelas akan ditolak oleh semua elemen partai mulai pengurus DPC hingga ranting partai PKB,” tegasnya.

Berdasarkan pantauan wartawan yang hadir saat acara konsolidasi penolakan dukungan Hendry – Yasin diantaranya. Drs. Hery Soekoco mantan ketua Tanfid DPC PKB, H Zubaidi mantan anggota DPRD Blitar, Mukson.

Disisi lain jajaran Kyai Sepuh Blitar tampak hadir diantaranya, Kiai Marzuki, Kyai Sutrisno, Kyai Abdul Rohim.  Sedangkan jajaran pengurus yang jadir diantaranya, MAJ Tantowi Wakil Ketua DPC PKB, Drs, Abdul Sukur Bedahara DPC, Isadul Rofic, Wakil Ketua DPAC PKB, Suyanto Advokasi DPC dan H Drs Asroni Dewan Syuro DPC PKB.(ndi)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry