
SURABAYA | duta.co – Anggota DPRD Jawa Timur, Agus Cahyono asal daerah pemilihan (Dapil) 9, menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan.
Sorotan tersebut muncul setelah beredar di media sosial temuan telur rebus dengan cangkang yang masih berlumur kotoran ayam dalam menu MBG. Kondisi itu dinilai tidak layak konsumsi dan memicu kritik dari warganet.
Agus, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa program MBG merupakan program strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta dikelola oleh Badan Gizi Nasional.
Menurutnya, tujuan program MBG sangat baik, yakni meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045 dengan menekan angka stunting dan gizi buruk.
“Tujuan MBG ini bagus, semuanya sudah tercukupi. Sudah ada SOP termasuk anggaran, sehingga program ini sangat baik bagi masyarakat,” ujarnya, pada Kamis (26/2/2026).
Namun demikian, politisi PKS tersebut menilai insiden di Lembeyan menunjukkan adanya kelemahan dalam pengawasan teknis di lapangan. Ia menekankan pentingnya pemeriksaan yang lebih ketat sebelum makanan didistribusikan ke sekolah-sekolah.
“Yang pertama, sebelum dikirim tentunya tim kontrol perlu memperketat pemeriksaan oleh tim MBG saat masih di dapur sebelum pendistribusian. Jika muncul peristiwa tersebut maka itu lemah pengawasannya,” tegasnya Wakil Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur.
Selain pengawasan, Agus juga mendorong dilakukan evaluasi menyeluruh guna menemukan akar persoalan, termasuk kemungkinan keterbatasan kapasitas dapur penyedia makanan.
“Misalnya kapasitas dapur kurang memadai, tentunya bisa ditambah sehingga bisa mengantisipasi adanya masalah dalam penyaluran MBG ke sekolah-sekolah,” tandasnya.
Ia berharap peristiwa tersebut menjadi bahan pembenahan agar program MBG tetap berjalan optimal dan tidak menurunkan kepercayaan masyarakat.
“Programnya sudah baik, tinggal penguatan pengawasan dan evaluasi teknis di lapangan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (rud)





































