SURABAYA | duta.co – Telkom University Surabaya melalui Program Studi Bisnis Digital kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kapasitas pelaku UMKM melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Penguatan Brand Identity dan Brand Communication pada UMKM dalam Meningkatkan Daya Saing di Era Bisnis Digital.”

Kegiatan ini menyasar UMKM binaan Telkom CDC Witel SBS/Surabaya Selatan dengan fokus pada penguatan identitas merek, komunikasi digital, serta peningkatan daya saing produk di tengah persaingan bisnis yang semakin kompetitif. Program ini dirancang untuk membantu pelaku UMKM agar tidak hanya memiliki produk yang berkualitas, tetapi juga mampu membangun citra merek yang jelas, profesional, dan mudah dikenali konsumen.

Dalam program ini, tim pengabdian masyarakat Telkom University Surabaya memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM terkait pentingnya brand identity sebagai pembeda produk di pasar. Berdasarkan materi kegiatan, brand identity mencakup logo, warna, kemasan, tagline, gaya visual, hingga cara sebuah brand berkomunikasi dengan konsumennya. Identitas merek yang kuat dinilai penting agar produk UMKM lebih mudah dikenali, dipercaya, serta tidak hanya bersaing dari sisi harga.

Ketua tim pengabdian masyarakat, Krisnayanti Aditasari, S.M., M.MT. menyampaikan bahwa penguatan merek menjadi kebutuhan mendesak bagi UMKM di era digital.

“Banyak UMKM sebenarnya sudah punya produk yang bagus, tetapi belum dikemas dengan identitas merek yang kuat. Karena itu, melalui kegiatan ini kami ingin membantu peserta agar lebih memahami karakter usahanya dan bisa menyampaikan keunggulan produknya dengan lebih jelas kepada konsumen,” ujarnya.

Program ini disusun berdasarkan permasalahan yang banyak dihadapi UMKM binaan, di antaranya kemasan produk yang belum mencerminkan positioning usaha, belum adanya tagline yang merepresentasikan nilai dan diferensiasi produk, serta komunikasi di media sosial yang masih terbatas pada unggahan foto tanpa narasi yang terstruktur dan persuasif. Melalui kegiatan ini, UMKM diarahkan untuk memahami bagaimana positioning, value proposition, kemasan, tagline, caption, dan storytelling dapat saling mendukung dalam membangun citra merek yang lebih kuat.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan workshop interaktif, praktik langsung, pendampingan, serta penyusunan panduan sederhana yang dapat digunakan pelaku UMKM setelah kegiatan selesai. Materi workshop meliputi analisis positioning dan value proposition produk, penyempurnaan konsep kemasan, perumusan tagline, penyusunan caption yang menarik dan persuasif, teknik storytelling, hingga penyusunan konsep visual konten agar lebih konsisten dan profesional.

Pada sesi praktik, peserta diajak untuk mengidentifikasi kembali keunggulan produk masing-masing, menentukan pesan utama yang ingin disampaikan kepada konsumen, serta menyusun konsep komunikasi brand yang lebih terarah. Peserta juga mendapatkan pemahaman bahwa caption yang baik tidak hanya menyebutkan nama produk, tetapi perlu membangun cerita melalui masalah konsumen, solusi yang ditawarkan produk, manfaat yang dirasakan, dan ajakan bertindak atau call to action yang jelas.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada praktik pembuatan konten promosi menggunakan Canva. Melalui praktik ini, UMKM didorong untuk menerapkan identitas dan komunikasi brand ke dalam konten digital yang lebih menarik, konsisten, dan profesional. Desain konten yang baik diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat daya saing UMKM di ruang digital.

Perwakilan Telkom CDC Witel SBS, Pak Taufik menyambut positif kegiatan ini karena dinilai relevan dengan kebutuhan UMKM binaan dalam menghadapi tantangan pemasaran digital.

“Kegiatan seperti ini memang dibutuhkan oleh UMKM binaan kami. Selain mendapatkan materi, peserta juga langsung mempraktikkan cara membuat identitas dan konten promosi yang sesuai dengan usahanya masing-masing. Harapannya, setelah kegiatan ini ilmu yang didapat bisa langsung diterapkan,” ungkap Taufik.

Sementara itu, salah satu peserta UMKM mengaku kegiatan ini memberikan wawasan baru dalam mengelola brand secara lebih serius. Ibu Pancaningtyas, pemilik UMKM Lapanca, menilai kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan manfaat yang nyata bagi pelaku UMKM. Materi dan pendampingan yang diberikan membantu peserta meningkatkan kemampuan dalam membuat serta mengembangkan desain konten dan unggahan media sosial sebagai sarana promosi produk.

Menurutnya, kegiatan tersebut relevan dengan kebutuhan UMKM saat ini, khususnya dalam membangun tampilan dan komunikasi produk yang lebih menarik. Ia berharap durasi pendampingan pada kegiatan serupa dapat diperpanjang agar peserta memiliki lebih banyak waktu untuk memahami materi dan mempraktikkannya secara langsung dalam pengembangan usaha.

“Selama ini saya membuat konten seadanya, yang penting produk bisa diunggah. Setelah mengikuti kegiatan ini, saya jadi tahu bahwa pemilihan warna, tulisan, caption, dan cara menyampaikan cerita produk juga penting agar usaha kita lebih mudah dikenal,” ujar Pancaningtyas.

Melalui kegiatan ini, Telkom University Surabaya berharap UMKM binaan Telkom CDC Witel SBS mampu membangun brand yang lebih kuat, menjalin komunikasi yang lebih tepat dengan konsumen, serta meningkatkan daya saing di era bisnis digital. Hal ini sejalan dengan pesan utama kegiatan, yaitu “Bangun Brand yang Kuat, Jalin Komunikasi yang Tepat, Tingkatkan Daya Saing UMKM!”

Kegiatan kolaboratif ini menjadi bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi, mitra industri, dan pelaku UMKM dalam mendorong transformasi digital yang lebih aplikatif. Dengan penguatan identitas dan komunikasi merek, UMKM diharapkan tidak lagi hanya bersaing berdasarkan harga, tetapi mampu menonjolkan nilai, cerita, dan keunikan produknya secara berkelanjutan. Imm

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry