KUNJUNGAN : Direktur Digital Business Muhamad Fajrin Rasyid saat melakukan kunjungan ke KEK Singosari bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak dan CEO sekaligus Founder KEK David Santoso. (dok/duta.co)

MALANG | duta.co – Telkom bekerja sama dengan  Pemprov Jatim untuk mendukung Ekonomi Digital Melalui Program KEK (Kawasan Ekonomi Khusus). Dukungan tersebut secara langsung disampaikan Direktur Digital Business Muhamad Fajrin Rasyid saat melakukan kunjungan ke KEK Singosari bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak dan CEO sekaligus Founder KEK David Santoso.

Melalui program KEK, Kota Singosari diharapkan menjadi pusat Ekonomi Baru di Jawa Timur dengan terus mendorong terwudnya optimalisasi KEK Singosari, di Malang. Telkom dan Pemprov Jatim terus menyiapkan segala fasilitas terkait upaya dukungan agar nantinya banyak investor yang ingin menanamkan modalnya. Upaya tersebut dilakukan sekaligus untuk mendongkrak ekonomi di Jawa Timur.

Menurut Fajrin Rasyid, Telkom mendukung Pemerintah Provinsi Jatim dan Pemerintah Kabupaten Malang dengan immersive technology yang selaras dengan visi utama dari KEK Singhasari.

Visi Misi KEK Singosari untuk menciptakan ekosistem teknologi yang mampu mendorong kreativitas dan bisnis secara kesatuan.

”Telkom melalui anak perusahaannya Telkomsigma dengan mengusung Digital Experience berharap digital presence ini dapat bridging up strategi untuk mempercepat pengembangan digital KEK singosari serta dapat menambah value bagi dunia pendidikan dengan memanfaatkan teknologi yang berkembang.” kata Fajrin.

Untuk selanjutnya, lanjut Fajrin, Telkom akan terus men-support Pemprov Jatim dan Pemkab Malang untuk Pengembangan Integrated Digital Ecosystem di KEK Singhasari yang diawali oleh solusi Digital Experice ( DX ).

Emil Dardak menambahkan, strategi yang akan disiapkan pertama kali adalah kesiapan fasilitas pendukung KEK Singosari. Terlebih jika nantinya proyek tersebut sudah banyak dimanfaatkan masyarakat.

Emil menjelaskan, saat ini KEK Singosari telah diproyeksikan menjadi sentra industri ekonomi kreatif, berbasis teknologi digital information technology (IT). Sekaligus pariwisata dan satu-satunya KEK di Indonesia yang memiliki cluster digital IT.

Untuk itu, “pemerintah membutuhkan peran serta seluruh pihak lewat berbagai strategi agar proyek tersebut berjalan sukses dan bisa menumbuhkan startup-startup baru. “Selain itu juga untuk memperkuat sektor UMKM di Jatim. “

“Industri digital IT terasa meningkat dan sukses. Akan tetapi, sektor ini harus terus dibangun komunitas, ekosistem menjadi sebuah gravitasi bagi ekonomi digital.” kata Emil.

Sementara itu, Direktur KEK Singosari David Santoso menyatakan, bahwa saat ini progres pembangunan infrastruktus masih berlangsung.

“Targetnya September 2022 nanti sudah dilaunching untuk tahap pertama. Dari pembangunan fisik tahap awal 44,8 hektar, saat ini sudah 30 sekian hektar dibangun atau proges pencapaian 60-70 persen.” kata David.

Kita sekarang, kata David, mengutamakan di pengembangan ekologi. Sebagaimana kita ketahui, infrastruktur maupun platform maupun software service adalah bidang Telkom, jadi kami sangat berbahagia kerjasama dengan Telkom akan segera direalisasikan.

“Kerjasama yang kita butuhkan tidak hanya pada fisik infrastruktur tapi juga sinergi untuk inkubasi digital, pengembangan bisnis digital services. Dan itu membutuhkan perencanaan yang cukup matang,” tegas David. imm

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry