Mohammad Qoimam Bilqisthi Zulfikar (tengah) bersama para dosen pembimbing dan pengujinya. DUTA/ist

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FK Unusa) berhasil mengunggah skripsinya ke jurnal International Conference on Medical and Health Sciences (ICMHS) Proceedings of Iserd International Conference. Ini sebuah prestasi yang membanggakan, di mana baru kali ini, mahasiswa Unusa berhasil menembus jurnal internasional.

—-

Adalah  Mohammad Qoimam Bilqisthi Zulfikar yang bisa menembus jurnal internasional itu. Skripsi berjudul Analisis Cemaran Makanan Jajanan Terbuka dan Tertutup di Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang itu sukses ditulisnya dalam bentuk jurnal ilmiah dan diterima untuk diunggah di jurnal ICMHS.

Qoimam mengungkapkan, dia memulai penelitian untuk pembuatan skripsi pada 2019 lalu. Dia melihat selama ini banyak santri di pondok pesantren yang menderita penyakit tipes. Penyakit ini biasanya disebabkan bakteri salmonella typhii.

“Saya cari di pondok mana kira-kira yang banyak penderitanya. Saya ke banyak pondok dan mencari ke klinik kesehatannya. Dan saya menemukan banyak penderita dari data di klinik yang ada di Pondok Pesantren Darul Ulum,” ujarnya.

Qoimam mengaku mencoba mencari sample makanan yang ada di pondok. Karena katanya, bakteri penyebab tipes itu salah satunya dari makanan yang dikonsumsi. “Saya waktu itu ambil sample kudapan berupa kue nogosari dan ote-ote. Saya ambil yang terbungkus dan tidak terbungkus,” ujarnya.

Dia berasumsi, makanan yang dibungkus pasti tidak dihinggapi bakteri karena lalat tidak langsung menempel pada makanan. “Makanya saya ambil dua sample masing-masing kue,” katanya.

Sample jajanan yang didapat itu akhirnya diteliti di laboratorium. Namun, yang mengherankan, Qoimam justru tidak mendapatkan bakteri yang dimaksud. Dia justru menemukan bakteri lain di dua jajanan itu. Yakni bakteri eschericia coli sebanyak 30 persen dan klebsiella pneumoniae sebanyak 40 persen. “Itu di jajanan yang terbuka maupun yang tertutup. Dan justru bakteri tipesnya tidak saya temukan,” ungkapnya.

Dari sana, Qoimam menilai bahwa makanan yang dikonsumsi santri sebenarnya mengandung banyak bakteri yang membahayakan. “Kemungkinan bakteri tipesnya itu ada di makanan lain. Mungkin di makanan beratnya dan sebagainya. Sayang saya tidak meneliti ke makanan beratnya,” tuturnya.

Walau tidak ditemukan bakteri penyebab tipes, namun bakteri lain yang ditemukan Qoimam itu tidak kalah berbahayanya. Karena bisa menyebabkan penyakit lain di antaranya diare.

“Karenanya, dengan penelitian yang saya lakukan dan saya tulis lewat skripsi itu, bisa menyadarkan pengelola pondok untuk lebih menjaga kesehatan dan kebersihan. Menjaga higenitas pangan untuk para santri agar tidak mudah sakit,” tandasnya.

Skripsi di bawah bimbingan dosen dr Meidyta Sinantryana Widyaswari, SpKK itu mendapatkan respon positif dari para dosen penguji. Sehingga tidak mengherankan, skripsi yang dibuat Qoimam mendapatkan nilai A.

“Makanya dosen penguji, mendorong saya untuk membuatnya dalam bentuk jurnal dan mendaftarkannya ke jurnal internasional. Saya coba tulis dan saya daftarkan. Ternyata diterima, Alhamdulllah,” ujar Qoimam yang juga sukses menulis buku tentang budaya Perancis ini.

Dosen pembimbing skripsi yang dibuat Qoimam dr Meidyta Sinantryana Widyaswari mengaku bangga dengan prestasi anak didiknya itu. Ini harus diapresiasi agar menumbuhkan budaya menulis jurnal di kalangan mahasiswa Unusa. “Kan jarang sekali mahasiswa menulis jurnal. Makanya ini bisa jadi pelecut bagi mahasiswa lainnya. Unusa mengapresiasi itu,” tandasnya. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry