Tri Deviasari Wulan – Dosen S1 Sistem Informasi Fakultas Teknik

TEKNOLOGI 3D printing memiliki banyak fungsi diberbagai bidang. Teknik Pencitraan medis merupakan sakah satu bentuk Implementasi teknologi 3D printing di bidang medis yang paling sering digunakan.

Seperti hasil gambar dari X-Ray, CT-Scan, MRI dan USG digital yang kemudian dicetak menggunakan printer 3D.

Terdapat 4 implementasi utama  3D printing di bidang kesehatan, yaitu menggantikan transplantasi organ manusia, mempercepat prosedur pembedahan, menghasilkan alat-alat bedah yang lebih murah, dan kaki palsu.

Bioprinting adalah salah satu implementasi teknologi 3D printing dibidang medis yang memproses pembuatan biomaterial seperti sel atau organ yang mirip dengan jaringan atau organ aslinya. Teknologi ini menggunakan bahan yang dikenal sebagai bioink untuk membuat struktur jaringan atau secara lapis demi lapis.

Teknik ini secara luas berlaku untuk bidang kedokteran dan bioteknologi. Baru-baru ini, teknologi ini telah membuat kemajuan dalam produksi jaringan tulang rawan untuk digunakan dalam rekonstruksi dan regenerasi.

Pembuatan organ atau sel menggunakan bioprinting melalui 3 tahap yaitu pre-bioprinting, bioprinting dan post-bioprinting. Proses pre-bioprinting  merupakan proses pembuatan desain atau gambar dari organ atau jaringan yang akan dicetak.

Alat biasa yang digunakan adalah CT-Scan dan MRI. Proses bioprinting adalah proses percetakan yang sebenarnya dengan memasukkan bioink kedalam catridge printer 3D dan deposisi terjadi berdasarkan mode digital. Proses post-bioprinting adalah stimulasi secara mekanik dan kimia dari bagian-bagian yang dicetak sehingga dapat menciptakan struktur jaringan atau organ biologis yang stabil.

Implementasi kedua yang banyak menggunakan teknologi 3D printing adalah membuat replika organ manusia yang akan digunakan oleh ahli bedah untuk mempermudah operasi.

Teknik ini telah terbukti dapat mempercepat proses pembedahan dan meminimalisir resiko kesalahan selama proses operasi.

Prosedur operasi menggunakan teknik ini telah mampu melakukan operasi mulai operasi wajah hingga tulang belakang serta operasi rutin. Di Dubai, rumah sakit mendapat perijinan untuk menggunakan tenologi 3D printing secara bebas.

Dokter berhasil mengoperasi pasien yang menderita cerebral aneurysm di empat pembuluh darah, teknologi 3D printing menggunakan model cetak arterinya untuk memudahkan pemetaan cara navigasi pembuluh darah dengan aman.

3D printing pada peralatan bedah adalah jenis implementasi 3D Printing yang lain dibidang kesehatan. Instrumen bedah steril dapat diproduksi menggunakan 3D printing seperti forcep, ganggang pisau bedah, dan hemostat.

Hasil cetak instrumen bedah memiliki presisi dan ukuran yang kecil sama dengan aslinya. Instrumen ini dapat digunakan pada jaringan yang kecil tanpa menyebabkan kerusakan jaringan yang tidak diperlukan pada pasien.

3D printing dapat menghasilkan kaki palsu atau bagian tubuh palsu lain yang sesuai dengan pemakainya. Bagai pasienyang harus diamputasi biasanya harus menunggu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk mendapatkan prosthetics dengan cara tradisional.

Sedangkan menggunakan 3D printing dapat menawarkan produk prosthetics dengan lebih murah dan cepat. 3D printing juga memungkinkan pasien untuk mendesain prosthetics sendiri sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka. *

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.