
SURABAYA I duta.co – Stunting menjadi salah satu isu strategis yang saat sedang gencar menjadi penanganan pemerintah. Rupanya, isu stunting ini juga dibawa oleh para politisi, untuk menjadi program prioritas mereka, jika terpilih.
Partai Gelombang Rakyat (Gelora) sejak tahun 2021 mencanangkan program GEN 170. Program ini untuk membentuk generasi masa depan yang sehat dan kuat dengan tinggi minimal 170 cm.
Dalam safari politik di Jatim dan pemantapan kader Partai Gelora se-Jatim, Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta menyempatkan diri blusukan ke wilayah Waru yang berada di perbatasan dengan Surabaya. Dalam kesempatan itu, Anis Matta menyambangi sejumlah ibu hamil (Bumil) untuk memberikan edukasi dan bantuan makanan bergizi.
“Ini program Gelora yang dicanangkan mulai tahun 2021 di Tangerang, Banten. Jadi tidak ada hubungannya dengan polemik asam sulfat atau asam folat. Sejauh ini yang saya tahu asam lambung, banyak dialami kader Gelora karena sering blusukan di dapil,” gurau Anis, Sabtu (9/12).
Menurut Anis untuk menciptakan generasi yang sehat dan kuat, harus dipersiapkan, bukan direkayasa tapi direncanakan. Anis Matta berharap Gerakan ‘GELORAKAN GEN 170’ dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia Indonesia, melalui peningkatan postur fisik atau tinggi badan 170 cm, serta mencegah terjadinya stunting.
Ia mengatakan, keberadaan Gelora memperkuat fungsi Posyandu yang selama ini sudah berjalan dengan baik. Gerakan ini bentuk kepedulian Partai Gelora kepada ibu hamil dan bayi dalam kandungan yang merupakan generasi masa depan bangsa.
“Mudah-mudahan ibu-ibu hamil yang kami kunjungi ini bayinya ditakdirkan menjadi bayi kuat dan unggul, tinggi badannya minimal 170 cm,” tutur mantan Wakil Ketua MPR RI.
Dalam blusukan itu, Anis Matta disambut antusias oleh para ibu hamil yang ada di kawasan Wedoro, demikian juga para jader penggerak Posyandu. Mereka mengapresiasi ada partai yang peduli pada ibu hamil.
Anis Matta pun didaulat seorang ibu hamil untuk memberi nama calon anaknya. Orang nomor satu di Partai Gelora itu pun memberikan nama Khalid.
“Saya beri nama anak ini Khalid yang artinya abadi,” jelasnya.
Sementara itu, puluhan ibu ibu hal di wilayah Wedoro, Waru, Sidoarjo, mendapatkan edukasi, dan sosialisasi terkait dengan stunting. Tidak hanya itu, mereka juga mendapat tambahan gizi, berupa paket sembako.
Nurlia, salah satu ibu hamil yang mendapat edukasi ini mengaku sangat senang, dan berharap pemerintah semakin memperhatikan kebutuhan dan mensejahterakan para ibu hamil.
“Contohnya kayak pemberian suplemen, vitamin vitamin untuk ibu hamil, mungkin lebij ditingkatkan lagi perhatiannya untuk ibu hamil. Karena ibu hamil kan faktor utama untuk menentukan generasi kedepan,” katanya.
Politisi yang menyapa ibu hamil di wilayah ini adalah Anis Matta. Dimana menurut para ibu hamil ini, program program yang disampaikan, memihak dan memberi perhatian khusus kepada mereka.
“Programnya mensejahterakan ibu hamil dan mencegah stunting juga,” imbuhnya.
Sementara itu, Anis Matta mengakui, pemberian bantuan kepada para ibu hamil ini adalah tujuannya mencegah bayi terlahir stunting, serta memberi bantuan secara ekonomi kepada keluarga.
“Karena bantuan gizi ini tentu sangat meringankan beban ekonomi kekuarga, yang biasanya selama ini menjadi sumber kecemasan keluarga, suami istri yang sedang dalam proses menanti kelahiran bayinya,” terangnya. (zi)







































