BAZAAR: Stan bazaar dan panggung memeriahkan acara seminar dan talkshow tentang menciptakan entrepreneur sejak dini selagi menjadi mahasiswa. (duta.co/Fatimah Azzahroh)

SURABAYA| duta.co – Memupuk ide kreatif pintu menuju kesuksesan. Potensi mahasiswa menjadi pengsuaha sangat besar. Hanya saja selama ini tidak banyak mahasiswa yang memanfaatkan potensi menjadi pengsuaha, melainkan hanya semata menempuh mata kuliah.

Untuk itu. Fakultas Ilmu Sosial Hukum Universitas Negeri Surabaya menggelar Seminar dan Talkshow dengan tema “Be Creative Entrepreneur with Nationalism Spirit”. Seminar kewirausahaan bertujuan mengajak mahasiswa menjadi pengusaha selagi masih muda saat kuliah. Agenda tahunan kali ini juga dimeriahkan dengan pameran produk dari mahasiswa.

Ketua Jurusan FISH Rohman S.H mengatakan produk mahasiswa sengaja ditampilkan sebagai pemacu sekaligus mencari masukan  produk yang diminati. Mahasiswa yang mengampuh mata kuliah kewirausahaan dengan mendirikan stan sebagai proses kreatifnya berjualan sekaligus belajar berwirausaha.

“Seminar kewirausahaan ini terinspirasi menyongsong 10 November mendatang sebagai hari pahlawan. Semangat kebangsaan memberikan dorongan mahasiswa ke depan menjadi entrepreneur,” jelasnya kemarin, Kamis (12/10).

Seminar kewirausahaan menghadirkan tiga pemateri yaitu Firtian Judis Wardanta S.E,S.T MM dari Dispora (Dinas Pemuda Olahraga), Dedi Prasetyo dari Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur dan Irawan Mahendra S.H dari Cak Cuk. Ketiga pemateri tersebut memaparkan demokrasinya mengenai peluang dan ide untuk menjadi dan mencari usaha.

Firtian Judis mengatakan pengangguran sangat berbahaya bagi negara Indonesia. Maka pertumbuhan ekonomi Jawa Timur 2017 terfokus pada kewirausahaan khususnya untuk pemuda. Jumlah yang bekerja mencapai 20,89 juta dan pengangguran terbanyak dari sekolah kejuruan mencapai 88,3 juta.

“Dengan kewirausahaan bisa menuntas kemiskinan. Bisnis tidak hanya bikin program saja tapi juga ide. Bisnis is people harus mengenal manusia dengan baik agar bisnis berguna. Mitos jika tidak berdarah kewirausahaan tidak menjadi pengusaha,” ujarnya.

Firtian menambahkan seharusnya mindset yang harus diubah untuk berwirausaha. Berwirausaha sebenarnya terletak pada kegigihan dan peluang yang didapat. Menetralkan segala bentuk dari usaha yang diraih dan menghubungkan personalitas dengan brand yang telah dikenal.

Adapun strategi pemerintah untuk usaha pemuda yaitu melakukan optimalisasi regulasi lingkungan, peningkatan pelatihan skill dan pendidikan kewirausahaan, fasilitas perubahan teknologi dan inovasi, peningkatan akses permodelan, kesadaran promosi dan networking, dan strategi nasional kewirausahaan.

“Melalui pertimbangan kebijakan dapat diakses melalui perkembangan dari budaya kewirausahaan, belajar kewirausahaan, kurikulum kewirausahaan di pendidikan menengah, digital skill dan kewirausahaan, dukungan start up, bimbingan/karir dan kebijakan lingkungan,”. jelasnya

Sementara Dedi Prasetyo mengatakan usaha apapun harus melihat kualitas, kuantitas, dan kapasitas layak jual. Kunci sukses dalam usaha yaitu memiliki komitmen, keinginan  yang kuat, bisa dipercaya, kejujuran, niat yang kuat menjadi pengusaha. “Menjadi pelaku baru yang belum mengenal brand perlu membentuk karakter diri dulu supaya dikenal, melakukan pendekatan supaya diterima, dan kuatkan kualitas supaya diterima oleh masyarakat,” katanya.

Begitu juga Irawan Mahendra mengatakan bisnis yang bagus bisnis yang dijalankan bukan hanya nanya terus. Bisnis tidak ada kata terlambat yang penting tidak banyak pertimbangan mengenai untung rugi.  (mg5)

 

 

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan