Rafiqhi menjelaskan produknya kepada salah satu dosennya
Mahasiswa UMSurabaya, Rafiqhi menjelaskan produknya kepada salah satu dosennya di kampus setempat, Senin (28/8). DUTA/endang

SURABAYA|duta.co  – Idul Adha sebentar lagi. Masyarakat akan berpesta dengan menikmati hewan kurban sapi dan kambing. Biasanya, usai itu, banyak yang mengeluh sakit karena kadar kolesterol dan asam uratnya meningkat.

Namun, jangan khawatir, ketika Anda mengalaminya, turunkan kadar kolesterol itu dengan ramuan herbal yang bisa ditemui di sekitar rumah, mulai daun sirsak, alpukat dan sejenisnya. Namun, kali ini, hasil temuan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya), bunga dari pohon berdaun kupu-kupu juga bisa menurunkan kadar kolesterol. Bahkan, jauh lebih besar manfaatnya dibanding yang selama ini banyak dikonsumsi masyarakat.

Adalah Rafiqhi yang berhasil melakukan penelitian terhadap bunga kupu-kupu itu. Bunga kupu-kupu kata Rofiqhi mengandung senyawa fenol khususnya flavonioid yang berguna untuk mencegah radikal bebas yang bisa menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

“Selama orang tidak pernah tahu kandungannya. Padahal, banyak sekali ditemui di pinggir jalan. Saya penasaran. Saya cari literasi, ternyata manfaatnya banyak,” ujar Rafiqhi ditemui di kampusnya, Senin (28/9).

Cara Minum

Untuk bisa mengkonsumsinya, Rafiqhi membutuhkan 60 gram bunga kupu-kupu, air matang 40 mililiter. Bunga kupu-kupu dihaluskan kemudian dipanaskan bersama air dengan suhu 7- hingga 90 derajad celcius selama satu jam.  “Ingat jangan sampai mendidih. Kalau mendidih akan merusak kandungannya. Pakai air matang walau tidak mendidih tidak bermasalah,” jelasnya.

Produk minuman herbal yang diberinama Pules ini, diakui Rafiqhi sudah dilakukan melalui proses ujicoba pada tikus putih. “Saya coba dari sebelum dan sesudah minum ini, apakah tikusnya mati atau kadar kolesterol pada tikus itu menurun. Hasilnya tikus tidak mati dan kolesterol tikus itu menurun,” tukasnya.

Baca Juga: Jangan Bangga dan Senang Anak Gemuk, Tangkal  Koroner dan Kolesterol dengan Jurus 3P

Wakil Rektor 1 UMSurabaya, Dr. A. Aziz Alimul Hidayat, S.Kep, Ns., M.Kes. mengatakan melimpahnya kekayaan nabati yang ada di nusantara, perlu kiranya masyarakat memperhatikan pengobatan komplementer sebagai bagian dari upaya perawatan kesehatan. “Karena pengobatan komplementer itu juga bermanfaat bagi masyarakat,” tandasnya.

Dari hasil itu, Rafiqhi berniat untuk menguji laboratorium ke BPPOM Jatim agar hasil penelitiannya ini lebih akurat dan dipercaya.  Hasil inovasi Rafiqhi ini akan dibawa dalam ajang Expedisi Jawa Timur Mengabdi (EX-JAM) 2017 yang digelar UM Surabaya di beberapa kota. EX Jam sendiri dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf di kampus setempat, Senin (28/8).  Ex Jam adalah kegiatan tahunan yang digelar UMSurabaya di setiap menjelang Idul Adha. Tujuannya agar ada edukasi untuk masyarakat seusai berpesta daging. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry