KUNJUNGAN : (tengah) Kabid Pengelolaan Sumber Daya Mineral Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Hamka Latief dan Direktur Utama PT PT Garsindo Anugrah Sejahtera, Yohannes Sugiarto di sela-sela peninjauan produksi garam PT Garsindo di Gresik, Jawa Timur. (duta/dok)

SURABAYA | duta.co –Indonesia salah satu negara memiliki garis pantai terpanjang di dunia mempunyai potensi besar sebagai produsen garam. Sayangnya selama ini, kebutuhan garam dalam negeri masih bergantung impor. Dari kebutuhan konsumsi garam dalam negeri sebesar sebesar 4,5 juta ton, sebesar 2 juta ton merupakan impor khususnya garam untuk industri.

Untuk itu, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia terus mendorong petani meningkatkan produksi garam sehingga mampu mengurangi ketergantungan impor. Dan menjadikan Garam Ibu Bijak milik PT Garsindo Anugrah Sejahtera sebagai percontohan nasional. Garam ini dinilai memiliki kualitas tinggi hingga ‘mirip’ garam impor.

Kondisi  ini terungkap setelah peserta rakor garam nasional bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman mendatangi pabrik yang berada di Gresik, Jawa Timur. Dalam tinjauan lapangan, tim kementerian sangat puas dengan kinerja yang ditunjukan PT Garsindo. Mereka tidak percaya dengan hasil produksi garam ini, padahal garam ini merupakan garam lokal yang diolah dengan teknologi mesin modern.

“Kualitasnya sudah bagus, mirip garam impor. Ini bagus lembut dan putih layaknya garam impor,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Mineral Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Hamka Latief di sela-sela peninjauan produksi garam PT Garsindo di Gresik, Jawa Timur.

Hamka mengatakan, pihaknya sengaja mengajak peserta rakor garam nasional mendatangi PT Garsindo. Sebab, informasi yang diterima tidak ada IKM di Jawa Timur mampu memproduksi garam dengan kualitas baik. Namun, PT Garsindo mampu membuat terobosan dengan menjadikan garam lokal sebagai  produksi  garam beryodium.

Apalagi, lanjutnya, Garsindo sudah memiliki ISO 22000 serta standar SNI dalam pengecekan yodium. Untuk itu, semua produksi garam ini layak untuk dijadikan contoh bagi peserta rakor garam supaya mereka bisa memproduksi minimal sama dengan Garsindo atau lebih baik. “Banyak rekomendasi ke Garsindo agar bisa lebih maju kualitasnya. Sekelas IKM yang bagus kan ndak ada selain ini (Garsindo),” ungkap Hamka.

Hamka menegaskan, di Jawa Timur IKM-IKM yang bisa berkembang tidak banyak, hanya IKM PT Garsindo yang memproduksi Garam dengan brand Ibu Bijak. Hal ini berbeda dengan IKM di Pati Jawa Tengah, jumlahnya bisa mencapai 140 IKM.

“Menurut pandangan kita secara fisik Garam Ibu Bijak PT Garsindo sudah bagus dengan kadar airnya bisa 0,5 persen,” papar dia.

Direktur Utama PT PT Garsindo Anugrah Sejahtera, Yohannes Sugiarto senang dengan kunjungan tim peserta rakor garam dan kementerian. Kunjungan ini membuktikan kalau perusahaan miliknya memiliki kelebihan dibandingkan perusahaan garam lainnya.

“Kami selalu menjaga kualitas dalam memproduksi garam. kami menggunakan alat-alat modern,” katanya.

Yohanes menuturkan, garam yang diproduksi di pabriknya murni garam lokal. Setiap hari, jumlah produksi mencapai 100 ton/hari. Garam-garam ini sudah menghiasai pasar diseluruh Indonesia dengan berbagai merek yang telah dikeluarkan.

“Ada tujuh merek yang sudah kami miliki, bukan Ibu Bijak saja. Kami sangat optimis bisa berkembang,” tuturnya. (imm)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.