TOL KLBM : Kendaraan Operasional melintas di ruas jalan Proyek Tol Krian Legundi Bunder Manyar (KLBM), Jawa Timur, Kamis (21/11/2019). (duta.co/ridho)

SURABAYA | duta.co  – Proyek Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) sepanjang 38 KM ditarget selesai akhir tahun 2019 untuk seksi 1 hingga 3 atau dari Krian sampai Bunder. Sedangkan seksi 4 Bunder-Manyar sepanjang 9,39 kilometer, rencananya bisa selesai tahun 2020.

Proyek Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) merupakan proyek nasional pemerintah mempercepat akses transportasi di Pulau Jawa serta mendukung peningkatan dan pemerataan perekonomian nasional.

Tol elevated/layang ini dibangun sepanjang 38 km, di mana sepanjang 19,55 km (seksi II-IV)yang dikerjakan oleh PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), sedangkan pada seksi I WSBP hanya sebagai penyuplai produk precast.

Jarot Subana, Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Tbk menyatakan bahwa pembangunan Jalan Tol KLBM juga sebagai penghubung untuk jalan tol yang berada di sekitarnya. Selain itu, KLBM akan mendukung akses masuk-keluar ke kawasan industri yang ada di daerah Sidoarjo dan Gresik, di mana akan terintegrasi dengan pengembangan kawasan Pelabuhan Gresik.

Proyek pembangunan jalan tol yang membentang dari Kabupaten Sidoarjo hingga Kabupaten Gresik ini dimulai sejak awal 2017 dan ditargetkan akan rampung pada Desember 2019, dengan nilai kontrak sebesar Rp 3,51 triliun. Hingga pertengahan November ini, progres pembangunan untuk seksi II sudah mencapai 99,46%, Seksi III mencapai 99,78%, dan Seksi IV mencapai 61,34%.

Sementara Agus Wantoro Direktur Pemasaran PT Waskita Beton Precast Tbk mengatakan, hingga November ini, progres pembangunan di seksi II sudah mencapai 99,46 persen, seksi III mencapai 99,78 persen, dan seksi IV mencapai 61,34 persen. Seksi I, II, III nanti akhir Desember ini mau diresmikan oleh Joko Widodo Presiden, kemudian seksi 4 masih tahun depan, diharapkan di akhir tahun 2020 bisa selesai.

“Jalan tol ini kan jalan tol yang strategis sekali karena masuk Kawasan Industri dari Sidoarjo ke Gresik kemudian di ujung jalan tol nanti ketemu Kawasan Industri namanya JIPEE. Nah di situ juga ada pelabuhan, jadi ini merupakan akses logistik di daerah Jawa Timur. Ini cukup strategis dan sangat akan menopang ekonomi Jawa Timur,” kata Agus di lokasi proyek Bunder Gresik, Kamis (21/11/2019).

Menurut Agus, jarak tempuh 38 kilometer kalau menggunakan jalan non tol bisa memakan waktu dua sampai tiga jam. Tapi dengan adanya tol ini, bisa ditempuh sekitar 38 menit. Tol ini akan terkoneksi ke Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) di KM 5. Kemudian, juga terkoneksi ke Tol Manyar di KM 38.

“Dari total 38 KM, PT Waskita Beton Precast Tbk mengerjakan 19,55 KM (seksi II, III, IV). Di seksi I kami hanya menyuplai produk precast saja, karena di seksi I dikerjaan Waskita Karya atau perusahaan induk,” katanya.

Agus mengatakan, tol yang membentang dari Kabupaten Sidoarjo hingga Kabupaten Gresik dimulai sejak 2017 ini nilai kontraknya Rp3,51 Triliun.

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) terbentuk resmi sebagai entitas anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) pada 7 Oktober 2014. WSBP adalah perusahaan produksi beton precast dan ready mix dengan kapasitas produksi saat ini terbesar di Indonesia. Perseroan mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 September 2016.

Kinerja WSBP juga didukung dengan 3 (tiga) sertifikasi sistem manajemen terintegrasi pada tahun 2017 yaitu ISO 9001: 2015 terkait Quality Management System, 14001:2015 mengenai Environment Management System, dan OHSAS 18001:2007 mengenai Occupational, Health and Safety Management System sebagai suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja/K3. (rdo)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry