SEMARANG | duta.co – Tanggul penahan air laut di Semarang Utara jebol. Video musibah tersebut beredar viral di berbagai platform media sosial. Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang menyatakan peredaran video itu cukup, dan tidak perlu ada wisata bencana.

“Videonya (banjir) sudah viral, banyak juga video bantuan evakuasi. Ini sudah cukup. Jangan ada wisata bencana,” kata Ketua GP Ansor Kota Semarang saat ditemui, Selasa (24/5).

Abdur Rahman lantas menjelaskan wisata bencana yang dimaksud adalah pemberian bantuan simbolis-yang kemudian menghiasi medsos.

“Kami berharap kepada para donatur dapat menyalurkan bantuannya melalui perwakilan-perwakilan yang sudah membantu dari awal karena mereka lebih tahu lokasi bencana,” ujarnya.

Dia pun menyebut beberapa organisasi kemasyarakatan yang telah berperan dalam evakuasi. Antara lain Palang Merah Indonesia (PMI), Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU), GP Ansor yang menerjunkan BAGANA, MDMC, Bankom Semarang yang terkoordinir langsung oleh Pemkot Semarang.

“Jangan datang sendiri ke lokasi bencana, apalagi sambil foto-foto atau cari video untuk konten instagram atau youttube. Kita punya niat menolong tapi kita juga perlu menjaga perasaan mereka yang jadi korban. Jangan sampai muncul kesan wisata bencana,” urainya melanjutkan.

Saat ini, lanjutnya, Ansor Semarang sedang menyiapkan bantuan obat-obatan, bahan makanan, dan bantuan lain,” Kita, Ansor Kota Semarang sedang menyiapkan bantuan obat-obatan, bahan makanan, dan kebutuhan pokok lain,” jelasnya.

“Ini merupakan kelanjutan dari bantuan evakuasi Banser Tanggap Bencana (Bagana) yang masih berada di lokasi. Semalam ada 50 personel yang membantu warga, pergantian petugas juga masih sama. Sekitar 50 personel,” sambungnya.

Abdur Rohman lantas menyampaikan laporan yang ia terima dari koordinator lapangan Bagana tentang kegiatan yang dilakukan, “Laporan dari Ndan Faiz (M. Noor Faiz), dari kita sudah sesuai prosedur. Kado bukan hanya Bagana yang bergerak membantu, tapi ada juga Banser yang bukan kesatuan Bagana membantu mengamankan lokasi, dan membantu mengatur lalu lintas,” ungkapnya.

Perlu diketahui, meluapnya air (rob) membanjiri Kelurahan Tanjung Emas, Kelurahan Bandarharjo , Kelurahan Kemijen. Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kota Semarang pun menyampaikan laporan kondisi terkini.

Kronologi banjir di Kelurahan Bandarharjo terjadi pada hari Senin (23/5) pukul 14.00 s.d 16.00 WIB, tepatnya di Kawasan Lamicitra Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Kejadian bermula dari jebolnya tanggul penahan air laut.

Dari keterangan yang beredar, tanggul jebol diakibatkan rob yang besar sehingga tanggul penahan air laut di kawasan Lamicitra tidak mampu menahan air laut yang cukup besar

Sedangkan titik Lokasi banjir air laut antara lain; depan Pos 1, depan Polsek KPTE, JL.Coaster, Jl. Deli, dermaga Nusantara, terminal Pelabuhan Tanjung Mas, Kawasan Lamicitra, dan Dog Koja Bahari

Untuk ketinggian air, titik terdalam terjadi di kawasan Lamicitra. Yakni sekitar 1,5 Meter, Jl. Coastes kurang lebih 55 CM, Jl. M . Pardi kurang lebih 40 Cm, Jl.Yos Sudarso kurang lebih 50 Cm, dan terdangkal di Jl.Ampenan

Untuk kawasan Tambak Lorok Kelurahan Tanjung Mas terjadi mulai pukul 12.00 WIB. Air rob mulai naik dan masuk ke rumah warga khususnya di RW 09 , RW 12 , RW 13 , RW 14 , RW 15, RW 16. Air menggenahi pemukiman dengan ketinggian 50 sampai 80 Cm .

Selanjutnya di Kelurahan Kemijen. Mulai pukul 15.00 WIB air rob mulai naik dan masuk ke pemukiman warga, khususnya di RW 03, RW 04 , RW 05 deengan ketinggian 40 sampai 50 Cm.

“Menurut prediksi air pasang masih sampai besok. Mohon doanya, semoga tidak terjadi rob yang lebih tinggi lagi. Warga Semarang telah bergerak bersama bersama, guyub lintas organisasi untuk membantu korban. Semoga air cepat surut dan aktivitas secara berangsur bisa segera pulih,” ucap Abdur Rahman memungkasi (rif)

Caption Foto: Personel Bagana Ansor Kota Semarang saat di lokasi banjir (dok)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry