SILAURAHIM: PWI Bondowoso bersama dengan Kapolres Bondowoso AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi di depan hal Makopolres Bondowoso (duta.co/haryono)

BONDOWOSO | duta.co -Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI) Kabupaten Bondowos bersilaturahim ke Mapolres Bondowoso, Kedatangan organisi kewartawanan ini merapatkan barisan dengan Polisi upaya menangkal berita hoax dan minta kesatuan tersebut menindak tegas ujaran kebencian yang sekarang marak terjadi dalam masa kampanye Pilkada 2018.

Haryono, Ketua PWI Kabupaten Bondowoso, dalam siaran Persnya mengungkapkan, per 15 Februari 2018, kedua paslon telah mulai melakukan kampanye. Dimana proses kampanye merupakan proses yang sangat signifikan dalam rangka untuk menyampaikan visi, misi ataupun program kerja selama lima tahun kedepan.

Oleh Karena itu, masa-masa kampanye ini adalah masa bagi pemilih untuk menyimak janji-janji program masing-masing paslon. Sehingga, masyarakat yang telah memiliki hak pilih betul-betul memiliki referensi siapa yang akan dipilih.

Namun demikian, melihat perjalanan masa kampanye yang berjalan kurang dari satu bulan ini,  sudah banyak bermunculan hate speech atau ujaran kebencian yang ditebarkan melalui media sosial. Bahkan sebelumnya Polres Bondowoso juga telah mendapatkan laporan ujaran kebencian terhadap kedua Paslon di group Facebook.

Munculnya ujaran kebencian dan berita hoax dikhawatirkan bisa memantik perselisihan antara pendukung kedua Paslon yang akhirnya merusak suasana kondusif dan aman yang sudah tercipta di Bondowoso selama ini.

“Ini juga tentunya menciderai Deklrasi Kampanye Damai yang telah disepakati bersama oleh KPU Bondowoso, TNI, POLRI, Pemerintah Daerah, seluruh partai politik maupun kedua Paslon,” ujarnya saat bertemu Kapolres Bondowoso kemarin.

Ia pun menegaskan bahwasanya  untuk menangkal ujaran kebencian dan berita hoax ini pihaknya siap berkontribusi dan bersinergi dengan seluruh pemangku pelaksana Pilkada 2018 dalam mecitakan Kampanye Damai. Tak terkecuali Kesatuan Resort Bondowoso yang menjadi salah satu pioner dalam menjaga keamanan dan kondusifitas Bondowoso.

“Kita Pwi Bondowoso, siap mendukung langkah Polres Bondowoso untuk menindak dan memproses setiap ujaran kebencian di momen kampanye Pilgub dan Pilbup 2018 demi terciptanya Pilkada damai di Bondowoso. Kita juga minta Polisi untuk aktif dalam menindak penyebar berita hoax di Bondowoso,” ujarnya.

Sementara itu Kapolres Bondowoso, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi mengatakan apresiasinya atas kesiapan sinergi dari PWI Bondowoso. Karena memang menurutnya untuk menangkal berita hoax dan ujaran kembensian ditengah-tengah Pilkada 2018 ini bukan hanya menjadi tugas dari Polisi saja melainkan perlu peran serta semua pihak.

“Kita nggak bisa meciptakan Pilkada damai ini sendiri, semuanya harus ikut berperan. Termasuk dari PWI yang menjadi penyambung informasi dua arah antara pemerintah dengan masayrakat,” jelasnya.

Ia pun berpesan bahwasanya tiga hal perlu menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat ketika hendaki menbagikan sebuah informasi. Pertama, Sharing sebelum di share, artinya sebaiknya saling silang pendapat terlebih dahulu dengan teman-teman sebelum akhirnya dishare kepada yang lain.

“Kedua itu Share yang penting, bukan yang penting Share. Terus terakhir, jarimu adalah harimaumu,”pungkasnya.(yon)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.