PEDULI : Kondisi tempat tinggal Mak Sablah selama 30 tahun (Nanang .P Basuki/duta.co)  

KEDIRI|duta.co – Puluhan relawan dari Dewan Kesehatan Masyarakat (DKM) Jawa Timur dan Laskar Peduli Sesama (LPS), terlibat langsung melakukan gotong royong melakukan kegiatan bedah rumah. Merupakan tempat tinggal Nur Hariatun (61) warga Lingkungan Kwangkalan RT. 14 RW. 05 Kelurahan Tempurejo Kecamatan Pesantren. Turut di dalam aksi sosial ini, dua anggota DPRD Kota dan Kabupaten Kediri dari Partai NasDem, Choirudin Mustofa dan Khusnul Arif, pada Minggu (17/01).

Usai doa bersama dipimpin Choirudin Mustofa, isak tangis tak terbendung dari Mak Sablah sapaan akrab Nur Hariatun, merupakan ibu empat anak yang tidak asing dikalangan para pelaku dan penonton seni budaya di Kediri dan sekitarnya. Meski perempuan, namun tidak membatasi ruang geraknya dalam setiap pentas budaya jaranan.

“Saya tinggal di rumah ini telah 30 tahun tepatnya tanggal 13 April. Kenapa alasan tinggal di atas sungai, merupakan lahan milik pengairan, daripada kontrak atau andalkan warisan, lebih baik kami mandiri. Yang kami makan setiap hari keringat sendiri. Kami diperbolehkan tinggal asalkan pengairan tetap bersih dan tidak buang sampah di sungai,” ungkap perempuan telah memiliki 5 cucu ini.

Relawan LPS & DKM

PEDULI : Para relawan yang peduli atas tempat tinggal Mak Sablah (Nanang .P Basuki/duta.co)

Menyiasati di masa pandemi dimana segala bentuk pentas budaya dilarang, masih sambil terisak tangisan, srikandi jaranan demikian sebutan para pelaku seni kepadanya, mengaku bekerja serabutan. “Saya tidak malu atau segan  asal dapat rejeki halal. Mulai nyuci pakaian, bersih – bersih rumah, bekerja di sawah atau memijat. Bila kepepet tidak ada pendapatan, mencari tanaman yang bisa kita jual ke pasar. Seperti daun pepaya, daun pisang atau lamtoro,” ungkapnya.

Dia pun awalnya tidak percaya saat didatangi Arif Witanto, Ketua DPD DKM berniat untuk melakukan bedah rumah. Kemudian saat acara, dihadiri dua anggota dewan yang selama ini memang dikenalnya. “Makanya saya kaget, kok tiba – tiba Gus Pipin (Khusnul Arif, red) dan Gus Tofa (Choirudin Mustofa, red) juga datang. Selain turut kerja bakti, para anggota dewan ini juga turut membantu bedah rumah ini. Saya berterima kasih, selama banyak sekali dibantu untuk keluarga saya oleh mereka. Saya tidak bisa ngomong lagi, matur suwun  dan Insya Alloh, Gusti Alloh akan memberikan kesehatan dan membalas kelancaran rejeki,” imbuhnya.

musTofa NasDem : Akan Saya Klarifikasi

NASDEM : Choirudin Mustofa dan Khusnul Arif, keduanya Anggota Fraksi Partai NasDem menemui Mak Sablah (Nanang .P Basuki/duta.co)

Gus Tofa yang juga Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Kediri mengaku kaget saat mendengarkan aduan Mak Sablah. Bila selama ini tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah kota. Termasuk pelecehan disampaikan oknum ASN di Pemerintah Kelurahan Tempurejo Kecamatan Pesantren, mengatakan tidak layak mendapatkan bantuan.

“Kami akan klatifikasi atas bentuk pelecehan disampaikan oknum ASN Pemerintah Kota Kediri kepada dirinya. Termasuk selama ini, dirinya mengaku tidak pernah menerima bantuan dampak Covid dari pemerintah kota. Padahal beliau memiliki KTP warga kota dan semoga masalah ini segera teratasi dan tidak terjadi kepada yang lainnya,” ucapnya. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry