BOJONEGORO | duta.co – Suara tangisan mendadak menggema di depan pendopo Malwopati Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Tangisan itu muncul dari para pengiring Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kota Ledre yang sejak subuh pagi tadi sudah memadati komplek sekitar pendopo.

Pecahnya tangisan dari para pengiring atau pengantar dimulai saat melihat para CJH keluar dari Pendopo Malwopati Pemkab Bojonegoro, menuju armada bus untuk berangkat ke asrama haji Sukolilo di Surabaya, Sabtu (4/6/2022).

Tangisan mereka tak lain adalah untuk melepas orang terkasih yang hendak pergi menuju tanah suci Makkah guna melaksanakan ibadah haji yang merupakan rukun islam ke lima. Para CJH saling berpelukan dengan keluarga maupun pengiring hingga meneteskan air mata saat akan menaiki bus yang akan membawa menuju asrama haji.

Parni, satu diantara para pengiring CJH mengaku sedih bercampur gembira saat melepas kerabatnya menuju negara yang juga kaya akan minyak bumi seperti Kota Bojonegoro.

“Sedih sekaligus senang melihat kerabat pergi haji,” ucapnya sambil menahan isak tangis.

Sebanyak 261 CJH diberangkatkan melalui Pendopo Malwopati oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, yang diangkut dengan 6 armada bus. Prosesi pemberangkatan dilakukan oleh Bupati Anna Mu’awanah.

Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Pemkab Bojonegoro, Sahlan mengatakan, pemberangkatan CJH dibagi dalam dua gelombang, yakni pada tanggal 4 dan 5 Juni 2022.

“Gelombang 1 kita berangkatkan hari ini, Sabtu (4/6),” ucapnya.

Sedangkan untuk koper milik para CJH sendiri sudah diberangkatkan lebih awal menggunakan 3 unit truk pada pukul 05.30 WIB pagi tadi.

“Insyaallah sekarang sudah sampai di asrama haji Sukolilo,” pungkasnya. (abr)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry