MOJOKERTO | duta.co -Titik kerusakan tanggul sungai sadar akibat normalisasi yang dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas bertambah. Setalah dua titik tanggul ambrol di wilayah Kuti, kali ini titik ambrol berada di wilayah Ngaglik Lingkungan Miji Baru Kecamatan Kranggan. Area tanggail yang ambrol mencapai sekitar 15 meter.

Akibatnya, banjir besar kini menghantui Kota Mojokerto. Saat ini Dinas Polisi Pamong Praja (Pol PP) setempat segera membentangkan garis tanda bahaya di lingkungan rawan tersebut usai ambrol Jumat  (25/1).

“Kita sudah memberi Pol PP line pada tanggul yang jebol. Upaya kita yakni mendesak kepada BBWS agar memperbaiki tanggul yang rusak. Kedua, kita menghimbau agar masyarakat mengurangi aktivitas dibibir sungai untuk mengurangi tingkat kerawanan di daerah tanggul yang kritis,” jelas Hatta Amrullah Kabid Keamanan dan Ketertiban (Trantib) Dinas Pol PP Kota Mojokerto, Jumat (25/1).

Hatta tak menampik adanya potensi bencana yang mengancam wilayahnya. “Patut diwaspadai adalah tanggul di Lingkungan Kuti, Kelurahan Gunung Gedangan. Persoalannya bibir tanggul di daerah timur itu tipis. Sehingga mengancam keselamatan warga yang berada di sekitaran tanggul,” urainya lebih lanjut.

Dengan kejadian ambrolnya bibir tanggul di daerah Ngaglik, kerusakan tebing sungai tercatat ada sebanyak tiga titik. Selebihnya berada di daerah Kuti, Gunung Gedangan. Sekedar diketahui, proses pengerukan sedimentasi Sadar berikut perbaikan tanggul sungai, pembuatan sudetan dan pembangunan rumah pompa telah melewati Kota ini dan saat ini telah bergerak di wilayah Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Besaran anggaran normalisasi dari Pusat ini mencapai besaran kurang lebih Rp 350 miliar.

Pada Selasa malam (22/1) sebuah tanggul sungai Sadar di Lingkungan Kuti, Kelurahan Gunung Gedangan, ambrol.  Tak main-main, panjang permukaan tanggul yang longsor mencapai kurang lebih 20 meter. Labilnya area tanggul ini, diduga akibat normalisasi sungai yang kini telah bergerak ke timur di Kecamatan Mojosari. Tanggul ambrol selebar sekitar 20 meter.

Tembok tanggul longsor ke sungai, tanah yang berada di atas tanggul juga terlihat retak. Terlihat sejumlah orang tengah memperbaiki. Mereka melakukan pengurukan dengan batu sisa dari tembok tanggul.

Mendengar kabar adanya tanggul sungai sadar ambrol, Wakil Wali Kota Mojokerto Ahmad Rizal langsung datang ke lokasi. Bersama Satpol PP, camat dan, lurah, orang nomer dua di Pemkot ini langsung meninjau lokasi.

Ia juga berdialog dengan warga yang rumahnya berada di samping tanggul. “Kondisi tanggul memang menggantung sejak adanya normalisasi sungai, sehingga ini tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS),” katanya.

Rizal menjelaskan sejak adanya proyek normalisasi sungai sadar pada tahun 2018 lalu, sejumlah tanggul kondisinya memang kritis. Tak hanya itu, kondisi tanggul memang menggantung dan rawan ambrol lantaran dikeruk.

“Memang imbasnya seperti ini tapi kita sudah berkoordinasi dengan pihak terkait yakni Balai Besar Sungai Brantas (BBWS),” jelasnya.

Untuk itu tambah Rizal, pihaknya sudah berkirim surat agar BBWS memprioritaskan pengerjaan pembangunan tanggul sungai yang ambrol.

Memang, tambah Rizal saat ini pengerjaan tanggul masih berada di wilayah timur atau sekitar wilayah Kabupaten Mojokerto, sehingga ia meminta BBWS lebih dulu mengerjakan titik tanggul yang ambrol ini.”Sudah ada respon dari BBWS, termasuk mereka orang suruhan BBWS,” tambahnya.

Ia meminta agar warga sekitar taggul sungai Sadar tidak perlu cemas. Ia menjamin jika ada tanggul ambrol akan ada respon cepat dari BBWS.

“Kita juga meminta BBWS menginventarisir titik-titik mana saja yang rawan ambrol. Jadi, ketika sudah terpetakan penanganannya bisa cepat, sehingga warga tidak perlu khawatir,” tukasnya. (ari)

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry