GRESIK  | duta.co –  Guyuran hujan lebat beberapa hari lalu membuat tanggul yang baru selesai digarap pemerintah Daerah Gresik jebol. Proyek anak kali Lamong yang jebol berada di dusun Glintung, Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti itu membuat rugi banyak petani. Meski hanya 4 meter, derasnya air membuat tanaman padi yang baru berumur tiga minggu rusak terendam air.
Khoirul Anam, petani desa setempat menyampaikan tanaman padi yang baru berumur tiga Minggu miliknya mengalami kerusakan. Bahkan menurutnya kerugian itu belum termasuk modal uang dan tenaga untuk bercocok tanam yang sangat besar. Untuk membendung tanggul tersebut, para petani menunggu air surut dan dipastikan kesulitan mencari karung berisi pasir atau tanah untuk menutup tanggul.
“Untuk biaya saja minimal Rp 1,5 juta per hektare, sedangkan lahan yang terendam kurang lebih 10 hektare. Awalnya tidak menyangka, sebab tanggul tersebut masih baru di bangun dengan tumpukan terpal plastik dan karung berisi pasir. Mulai kemarin (25/11) warga berusaha membendung tapi air semakin deras, sampai hari ini masih berusaha,” ungkapnya Minggu 26/11/2017.
Tidak hanya di itu, kerjabakti menutup beberapa tanggul juga dilakukan oleh warga dusun Goresan Kidul Desa Cerme Kecamatan Cerme, Gresik. Upaya mereka itu diharapkan bisa mencegah banjir dan tidak merusak lahan pertanian. Sebab, banyak tanggul jebol setelah diguyur hujan beberapa hari ini.
Seperti halnya jajaran Komando Rayon Militer (Koramil) Cerme bersama masyarakat memperbaiki tanggul di Dusun Gorekan Kidul. Kegiatan kerjabakti pembuatan tanggul itu dibangun dengan cara menumpuk karung berisi tanah dan ditata rapi sehingga bisa kokoh serta tidak mudah diterjang banjir.
“Semoga pembangunan tanggul dapat bermanfaat bagi masyarakat. Agar tanaman dan rumah warga tidak terendam air,” kata Danramil 0817/08 Cerme Kapten Inf. Salami. (gus/sal)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.