
SURABAYA | duta.co – Fenomena judi online yang makin menjangkiti kalangan pelajar mendapat perhatian serius dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Surabaya. Menyambut tahun ajaran baru 2025/2026, madrasah ini meluncurkan program edukatif yang tak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga memperkuat benteng moral siswa lewat literasi digital dan moderasi beragama.
Sebanyak 430 siswa baru mengikuti Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matsama) yang berlangsung pada 14-17 Juli 2025. Jumlah ini melebihi kuota awal, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap pendidikan berbasis nilai yang ditawarkan MAN Surabaya.
“Matsama tahun ini kami rancang dengan pendekatan komprehensif. Kami ingin siswa bukan hanya cerdas secara akademis, tapi juga memiliki ketahanan terhadap arus digital yang kerap menyasar pelajar,” jelas Drs. Fathorrakhman, M.Pd., Kepala MAN Surabaya, saat ditemui, Selasa (16/7/2025).
Salah satu sorotan utama program ini adalah kampanye anti-judol (judi online), yang dipandang sebagai ancaman serius bagi generasi muda. Siswa diberikan pemahaman tentang risiko psikologis, sosial, hingga hukum dari praktik perjudian daring. Mereka juga dibekali keterampilan teknis untuk memblokir situs berbahaya dan mengelola keuangan pribadi secara bijak.

Guna memastikan kontrol berkelanjutan, pihak sekolah menerapkan sistem patroli gawai yang dilakukan secara berkala oleh para guru. Tak hanya itu, kelompok pengawasan digital yang melibatkan orang tua juga dibentuk, demi memastikan anak tetap terpantau baik di sekolah maupun di rumah.
“Pengawasan tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada sekolah. Sinergi dengan orang tua menjadi kunci utama,” tambah Fathorrakhman.
Matsama tahun ini juga memuat materi penguatan karakter keislaman, anti perundungan, kekerasan seksual, hingga pembentukan empati melalui program “Kurikulum Cinta”. Metode belajar yang interaktif dan berbasis teknologi digunakan untuk memudahkan siswa mengenal budaya madrasah yang religius, moderat, dan adaptif terhadap tantangan zaman.
Langkah progresif MAN Surabaya ini mendapat apresiasi dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur. Program ini dinilai sejalan dengan visi Kemenag dalam mencetak generasi pelajar yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berintegritas dan melek digital.
“Kepercayaan publik terhadap MAN Surabaya terlihat dari pendaftar yang membludak. Ini menunjukkan bahwa masyarakat merespons positif inovasi madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam yang relevan dan responsif terhadap isu kekinian,” pungkas Fathorrakhman. (gal)




































