SIDOARJO | duta.co – Tampak seluruh siswa SDI Aulia Prambon Sidoarjo berhamburan keluar Sekolah setelah dikejutkan dengan suara sirine tanda gempa mendengung keras di depan sekolah, Kamis, (7/11/19). Para siswa berlarian seraya melindungi diri dan sebagian berlindung di bawah meja sambil menangis ketakutan.

Hal itu tak lain adalah bentuk simulasi gempa yang digelar SDI Aulia Prambon dengan tujuan memberi wawasan dan pemahaman kepada seluruh siswa agar sigap saat gempa terjadi. Simulasi tersebut dilakukan dalam rangka Peringatan Hari Anak Internasional dan mengembangkan Sekolah Ramah Anak (SRA) yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.

Ali Murtadho, Kepala Sekolah SDI Aulia Prambon menyampaikan, Kegiatan diawali dengan doa bersama dan salat dhuha, sarapan bersama, setelah itu menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PKK.

“Hal ini untuk pemperkenalkan para siswa-siswi cara menjaga kebersihan dan melatih anak agar peka terhadap lingkungan sekitar. Para siswa pun diajak keluar dari sekolah untuk menjadi pasukan semut. Mereka memungut sampah yang berserakan di sepanjang jalan kampong sekitar sekolah,” ujarnya.

Berikan Edukasi Diluar Kelas

Setelah lingkungan bersih, para siswa-siswi diperkenalkan dengan berbagai permainan tradisional. Tidak hanya diperkenalkan, mereka diajak bermain permainan tradisinal seperti gobak sodor, benteng-bentengan, engkle, bendan, dakon, hingga bermain ular tangga raksasa.

Selanjutnya, para siswa memperluas pengetahuan dengan kegiatan literasi. Para siswa mencari tempat yang nyaman di sekitar taman sekolah untuk memperdalam apa yang telah dibaca, setelahnya, mereka dianjurkan untuk me-review dengan bercerita di depan teman-temannya. “Dan acara terakhir simulasi evakuasi bencana,” paparnya Ali Murtadho.

Ali Murtadho menambahkan, kegiatan ini digelar juga dalam maksud memberikan para siswa-siswi kebebasan untuk belajar diluar kelas dan melatih kepekaan terhadap lingkungan sekitarnya.

“Serangkaian kegiatan belajar sehari diluar kelas ini digelar selain sebagai wujud untuk mendukung program Sekolah Ramah Anak yang digelar serentak di Indonesia, juga memberikan kebebasan anak untuk belajar diluar kelas dan melakukan pembelajaran kepada anak secara langsung, serta melatih anak untuk peka terhadap lingkungan sekitar,” tutupnya. (loe/nzm)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry