Ketua STIE Perbanas Surabaya, Dr. Yudi Sutarso, S.E., M.Si (kanan) memberikan santunan kepada anak yatim dalam acara keberkahan Ramadhan 1440 H bersama Anak Yatim Piatu dan Kaum Duafa, Kamis (23/5). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co –  STIE Perbanas Surabaya berbagi di momen spesial Ramadan ini. Kampus di kawasan Nginden Semolo itu mengundang 220 anak yatim dan duafa di sekitar kampus.

Dengan mengusung tema Tingkatkan Rasa Syukur di Bulan Ramadan acara ini sebagai tanda syukur atas capaian yang selama ini diraih kampus dengan akreditasi A itu.

Ada beberapa yayasan dan kaum duafa yang ada sekitar kampus di wilayah Nginden Semolo maupun Wonorejo.

Pemberian zakat mal kepada Anak Yatim dan Kaum Duafa ini diberikan langsung oleh Ketua STIE Perbanas Surabaya, Dr. Yudi Sutarso, dan Wakil Ketua Bidang Keuangan, Operasional, dan Human Capital, Dra. Gunasti Hudiwinarsih.

Dr Yudi Sutarso mengatakan langkah terbaik untuk menyantuni anak yatim adalah menjadi orang tuanya.

Namun, untuk saat ini STIE Perbanas Surabaya tetap ingin membantu dengan cara memberikan zakat mal. Ini merupakan kegiatan rutin diadakan setiap tahun di bulan Ramadan.

Dalam kesempatan ini, pihaknya pun berharap spirit dalam Ramadhan dapat menjadi spirit dalam mengelola organisasi khususnya STIE Perbanas Surabaya.

Spirit yang dimaksudnya, seperti spirit untuk berbuat baik, berkontribusi bagi orang lain, tabah menghadapi tantangan, mandiri, dan spirit untuk membangun lembaga menjadi lebih baik.

”Suasana bulan puasa ini sangat baik untuk meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT. Oleh karena itu, dengan spirit Ramadhan ini, harapannya bisa memajukan dan meningkatkan kualitas kampus STIE Perbanas Surabaya,” harap Yudi.

Selama menunggu waktu buka puasa bersama, segenap yang hadir pun mengikuti tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Habibul Muis, Lc., MA.

Dalam kesempatan ini, dirinya mengajak semua umat untuk senantiasa meningkatkan rasa syukur kepada Allah Swt. ”Ada tiga cara bersyukur, yakni syukur dengan hati, syukur dengan lisan, dan syukur dengan amal,” paparnya.

Dirinya pun menegaskan, apapun yang dimiliki itu semua dari Allah Swt., jadi kita harus taat kepada perintah-Nya.

”Harta, kekuasaan, dan ilmu itu digunakan dengan sebenar-benarnya karena mengharap cinta Allah SWT. Kekuasaan digunakan untuk membela kebenaran, harta digunakan untuk membantu sesame yang membutuhkan, dan ilmu dimanfaatkan untuk membimbing orang lain untuk mendekat pada kebenaran,” urainya. end/ril

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry