BUAT BEKAL : Nizam Zufar TK A dan ibunya Hisbilyatul mengikuti lomba menghiasa bekal ke sekolah yang digelar prodi Gizi Fakultas Kesehatan Unusa di TK Khadijah Ahmad Yani, Kamis (24/1). DUTA/endang

SURABAYA | duta. co – Bekal makanan jangan seadanya. Justru hal itu tidak menarik bagi anak. Anak yang tidak suka makan atau sulit makan, akan menambah ketidaktertarikannya untuk menyantap hasil jerih payah sang mama.

Bekal itu harus penuh kreativitas. Tampilan menarik membuat anak akan suka membuka bekal lalu menyantapnya. Namun tentunya harus dengan memenuhi gizi yang berimbang.

Karena itu, mahasiswa dan dosen Prodi Gizi Fakultas Kesehatan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mencoba mengajak para ibu dari siswa KB/TK Khadijah Ahmad Yani untuk berlomba membuat hiasan bekal sekolah.

Mereka menghias nasi yang dibentuk binatang, dengan diberi mata, hidung dan telinga dari berbagai macam sayur yang disediakan.

Juga menghias lauk dengan secantik mungkin agar bisa menggugah selera anak. “Saya suka membuat begini. Anak jadi selera makan,” tukas Hisbilyatul, ibunda dari siswa Nizam Zufar.

Hal itu dilakukan untuk memperingati Hari Gizi Nasional yang jatuh pada setiap tanggal 24 Januari. Mahasiswa dan dosen menggelar banyak aksi di sekolah yang berada di bawah yayasan Khadijah ini.

Kegiatan ini digelar untuk mengedukasi anak dan orang tua agar memahami tentang pentingnya gizi seimbang.

“Makanan dan minuman dengan kandungan gizi dalam keadaan alami berperan penting bagi tumbuh kembang anak. Gizi seimbang dibutuhkan tubuh dan dapat diserap dengan baik oleh sistem pencernaan,” kata Nisa’ Hidayah, Ketua Himpunan Mahasiswa Gizi Unusa.

Para mahasiswa berharap melalui pengenalan akan bahan makanan dan bagaimana cara memasak yang benar pada orang tua serta mewarnai jenis makanan sehat untuk anak-anak, kesadaran terhadap pentingnya gizi seimbang dapat tersampaikan dengan baik.

Ketua Program Studi Gizi Unusa, Rizki Nurmalya Kardinayang mendampingi para mahasiswanya mengungkapkan, setiap orang tua pasti mendambakan buah hatinya tumbuh sehat dan cerdas hingga kelak ia dewasa.

Untuk mencapai target tersebut, tentu para orang tua membutuhkan dan menerapkan strategi tepat. Salah satunya pemenuhan gizi seimbang sejak dini.

Selain menggelar fun cooking dan mewarnai, para mahasiswa juga melakukan kegiatan pengukuran antropometri, yakni pengukuran berat dan tinggi badan anak, untuk mengetahui tumbuhkembang anak ideal.

Kepala Sekolah KB/TK Khadijah Ahmad Yani, Suhartin mengaku senang Unusa bisa hadir di sekolahnya memberikan edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya gizi seimbang.

“Senang karena ini melibatkan semua pihak, guru, orang tua dan murid. Sering-sering menggelar acara di sini,” tukasnya. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.