Prof Dr Muhammad Alfian Mizar MP dan dan Prof Dr H Heru Suryanto ST MT saat dikukuhkan menjadi Guru Besar UM.

MALANG | duta.co – Universitas Negeri Malang (UM) menambah lagi deretan Guru Besarnya (Gubes). Dengan kembali mengukuhkan dua guru besar di Graha Cakrawala UM, Kamis (8/04/2021). Kedua Gubes tersebut yakni Prof Dr Muhammad Alfian Mizar MP dan Prof Dr H Heru Suryanto ST MT.

Prof Dr Muhammad Alfian Mizar MP mengatakan bahwa pemanfaatan teknologi pada Industri Kecil Menengah (IKM) masih rendah jika dibandingkan dengan tuntutan bisnis di lapangan. Sehingga, kata dia, peluang yang seharusnya bisa dimanfaatkan IKM Indonesia direbut produk impor. Termasuk juga banyak temuan TTG untuk kalangan masyarakat IKM tetapi sulit diaplikasikan. Hal ini disebabkan antara lain lemahnya lembaga intermediasi dan kesiapan SDM IKM dalam menerima teknologi.

“Saya juga menyoroti kebutuhan TTG belum banyak didasarkan atas kebutuhan riil yang diperlukan IKM. Artinya penerapan TTG pada IKM kurang tepat atau istilahnya inappropriate,” ungkap Prof Alfian yang dikukuhkan sebagai guru besar Teknologi Tepat Guna (Appropriate Technology).

Menurutnya. implementasi TTG dipandang sebagai strategi untuk mengoptimalkan pendayagunaan semua aspek sumberdaya lokal secara berkelanjutan. Tentunya hal tersebut yang mampu memberikan nilai tambah.

Sedangkan Prof Dr H Heru Suryanto ST MT, pidato pengukuhan mengupas tentang  “Rekayasa Interface sebagai Faktor Kunci Keberhasilan Manufaktur Komposit Polimer yang Diperkuat Serat Alam”. Menurutnya, untuk meningkatkan kualitas komposit serat alam, dapat dilakukan “rekayasa interface pada serat maupun pada matriksnya”.

Teknologi rekayasa pada permukaan serat dapat dilakukan dengan beberapa cara melalui perlakuan kimia, perlakuan fisik, proses biologis, dan menggunakan teknologi  nanomaterial untuk deposisi dan fungsionalisasi permukaan serat.

Lebih jauh ia menguraikan, setelah melakukan rekayasa tentunya harus dapat menjamin  penguatan komposit harus benar-benar berhasil. Hal ini dibuktikan dengan telah dilakukan kajian pemanfaatan serat mendong sebagai penguat komposit melalui rekayasa interface dengan paparan medan listrik AC pada pembuatan/manufaktur dengan pengujian secara mikromekanik terhadap komposit epoksi dengan penguat serat mendong.

Kajian oleh Prof Heru ini yang sudah menghasilkan lima artikel pada jurnal internasional bereputasi dan dua paten yang sudah granted. Dengan demikian, sebelum proses manufaktur secara utuh dilakukan, perekayasa  harus sudah dapat meyakinkan bahwa proses manufaktur tersebut akan berhasil. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry