Gambar (meme) ini beredar luas di medsos. (FT/IST)

SURABAYA | duta.co – Tragedi penusukan Syekh Ali Jaber  saat mengisi kajian agama di Masjid Falahuddin, Bandar Lampung Minggu, 13 Oktober 2020, ternyata membuat banyak kiai dan imam masjid harus waspada.

Beredar meme seorang kiai mengaji dengan senapan di tangan. Ada juga imam masjid yang membawa golok di pinggang. Meme ini mendapat banyak kementar. “Tidak perlu takut berlebihan kiai. Kok jadi ingat operasi Ninja Banyuwangi waktu itu,” tulisnya.

Terlepas dari meme itu,  Menteri Agama Fachrul Razi mengimbau masyarakat yang menggelar pengajian tidak hanya fokus pada terselenggaranya acara, tapi juga ikut menjaga keamanan pendakwah, ustadz, dan ulama yang diundang.

Imbauan ini disampaikan Menag menyusul terjadinya kembali peristiwa penyerangan terhadap ulama atau pendakwah yang mengisi pengajian. “Saya imbau, semua pihak untuk ikut menjaga kelancaran acara, termasuk keamanan pendakwah,” ujar Menag di Jakarta, Rabu (16/09/2020).

Menurut Menag, dalam rangka menjaga keamanan tersebut, panitia bisa proaktif berkoordinasi dengan pihak keamanan saat akan menggelar pengajian. Apalagi, jika acara yang akan digelar adalah pengajian akbar yang mendatangkan banyak massa.

“Keamanan ulama dan pendakwah menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya pihak keamanan, tapi juga panitia yang mengundangnya,” tutur Menag.

“Koordinasi panitia dan pihak keamanan penting dalam menjaga keamanan masyarakat, apalagi ulama,” lanjutnya.

Menag berharap peristiwa penyerangan terhadap ulama tidak terulang dan giat pengajian masyarakat tidak terganggu karena bangsa ini sangat memerlukan wejangan para tokoh agama dalam menjalani kehidupan yang rukun dan damai. (mky,kemenag.go.id)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry