Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA (FT/nu.or.id)

MOJOKERTO | duta.co – Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA tidak mau memaksa santrinya yang emoh divaksin produk asing, seperti Sinovac, Moderna maupun Pfize, kendati produk itu tidak haram, tidak mengandung babi.

Menurutnya, kalau ada wali santri yang keberatan putra atau putrinya menggunakan vaksin tersebut, itu tidak masalah, karena  ada di antara mereka yang sangat mencintai karya (produk) anak bangsa, sehingga harus menunggu vaksin Merah Putih atau Vaksin Nusantara.

“Betul! Tidak masalah, ini justru menunjukkan nasionalisme yang tinggi. Ini juga menguatkan makna kemerdekaan yang sesungguhnya. Sehingga kita tidak tergantung produk asing, tidak tergantung WHO (World Health Organization red.),” demikian Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA kepada duta.co, Jumat (27/8/2021) saat meninjau pelaksanaan vaksinasi massal oleh Institut KH Abdul Chalim (IKHAC) Mojokerto yang menghadirkan ribuan peserta.

Masih menurut Kiai Asep, ada dua jenis vaksin yang tidak boleh masuk area Ponpes Amanatul Ummah. Pertama adalah vaksin AstraZeneca, kedua, vaksin jenis Johnson & Johnson. “Dua jenis vaksin itu tidak boleh masuk sini. Ini lantaran keduanya haram, mengandung unsur babi. Walau pun sedikit, tetap haram. Selain dua itu, boleh, silakan,” tambahnya.

Meski begitu, lanjutnya, ada juga wali santri yang keberatan kalau putra atau putrinya memggunakan vaksin asing. Mereka lebih memilih vaksin dalam negeri, seperti vaksin Merah Putih dan atau Vaksin Nusantara.

“Boleh! Dan ini juga harapan dari Presiden Jokowi, agar vaksin Merah Putih dan Vaksin Nusantara segera diproses. Tetapi, anehnya, Menteri Kesehatan kita kurang mendukung, saya tidak mengerti, kenapa?,” urainya sambil tersenyum.

Diinformasikan, bahwa, Kamis (26/08) berlangsung vaksinasi massal untuk santriwan santriwati Ponpes Amanatul Ummah oleh Himatul Amanah. Hadir dalam acara ini Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander, S.I.K., M.H. Bupati Mojokerto dr. Ikfina Fahmawati, M.Si. dan Wabup Muhammad Albarraa, Lc., M.Hum, notabene putra Kiai Asep.

Menurut KH Asep, vaksin ini penting demi kesehatan para santri. Ribuan santri menggunakan vaksin Sinovac. Ini berkat kerjasama dengan DPD Nasdem Kabupaten Mojokerto.

Tak Perlu Khawatir

Sementara, Bupati Mojokerto dr. Ikfina menegaskan, bahwa, vaksinasi yang kita lakukan ini sejajar dan seimbang, dari kecepatan jatah yang kita terima.

“Saya juga ingin informasikan bahwa respon pasca vaksinasi mungkin berbeda-beda. Ada yang sedikit meriang, juga suhu badan agak naik. Tapi itu normal, tidak perlu khawatir. Bisa konsumsi pereda demam dan istirahat,” tandas Bupati. (mky,net)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry