Salah seorang warga desa Jadi yang menegluhkan beras Bansos PPKM 2021 kemensos berkutu dan berkerikil.

TUBAN | duta.co – Beras bantuan social PPKM 2021 dari Kementrian Sosial (Kemensos), warga Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban terpaksa digunakan untuk pakan ternak. Hal tersebut dikarenakan beras Bansos yang diterima sejumlah warga diduga tidak layak konsumsi.

Yasmi (42) salah seorang penerima beras Bansos PPKM 2021 saat dikonfirmasi minggu (15/8/2021) menuturkan beras Bansos yang diterima dari balai desa setempat berkutu dan terlihat ada batu kerikil hingga beras tersebut tidak layak untuk dikonsumsi manusia.

“Beras bantuannya saya berikan untuk pakan ayam, karena sudah tidak layak untuk dikonsumsi. Berasnya bau, berkutu dan ada kerikilnya,” terang Yasmi.

Diketahui, selain Yasmi, Purwani yang juga warga Desa Jadi mengeluhkan hal yang sama, warga menerima bantuan beras Bantuan Sosial PPKM 2021 dari Kemensos sebanyak 10Kg dengan kualitas beras medium.

Wakil Kepala Bulog Sub Divre Bojonegoro, Hendra Kurniawan saat dikonfirmasi terkait adanya beras bansos PPKM 2021 yang berkutu dan berbatu via telpon selulernya menyampaikan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim kelapangan. Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban untuk mengetahui pasti keluhan masyarakat tersebut.

“Kami telah menerjunkan tim kelapangan untuk melakukan mengkroscek keluhan warga setempat terkait kondisi beras yang diterima KPM, kami juga telah menghubungi Kepala Desa Jadi,” jelas Hendra Kurniawan.

Hendra menambahkan pihaknya akan menganti beras yang sebelumnya telah diterima, jika KPM tidak mau menerimanya. Wakil Kepala Bulog Sub Drive Bojonegoro ini juga menegaskan kalau beras yang diterima oleh KPM merupakan beras layak disalurkan dan layak konsumsi, Cuma tadi ada sedikit batu kerikil.

“Kalau memang minta ganti, kami siap mengantinya. Tadi kami juga sudah minta untuk diphoto dan ternyata memang ada kerikil kecil dan las,” ucapnya.

Terkait kenapa ada kerikilnya Hendra menyampaikan kalau beras itu menyerapnya tidak hanya di gilingan padi yang besar, tapi ada juga yang gilingan kecil, itu juga diserap oleh bulog dan itu berpotensi ada kerikilnya karena pengilinggan kecil tidak punya alat pemecah batu.

“Itu kan beras baru mas, sedangkan jemurnya kan di lantai dan di gilingan kecil tidak punya mesin penghancur batu sehingga potensi kecampur dengan kerikil itu pasti ada,” pungkas Hendra. (sad)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry