Basuki Soedjatmiko, General Manager Surabaya Branch Diamond Group (kiri) bersama dua jajaran manajemen Diamond Group di area Equipment & Beverage House di kawasang Rungkut Industri Surabaya, Selasa (5/3). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Jangan patah arang ketika tidak punya keahlian untuk membuka sebuah peluang usaha.

Karena saat ini banyak perusahaan yang siap menyediakan alat dan bahan baku hingga mendampingi serta memberikan pelatihan hingga sebuah usaha bisa berjalan sesuai dengan keinginan.

Saat ini yang utama adalah punya ide dan modal usaha yang cukup untuk membuka usaha terutama food and beverage (makanan dan minuman). Apalagi saat ini bisnis F&B ini cukup berkembang pesat di Surabaya.

Sebagai informasi, di 2018 Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) menyebutkan sektor kuliner di Jawa Timur mengalami pertumbuhan hingga lebih dari 20 persen. Penyababnya karena pengaruh perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin modern.

Bisnis hotel, restoran dan kafe (Horeka) menjamur bak jamur di musim hujan. Mulai dari yang kelas bawah, menengah hingga atas.

Semua memberikan peluang bisnis yang menggiurkan. Bahkan masyarakat yang tidak memiliki kemampuan di bisnis itu pun ikut menjalankannya dan sukses.

Salah satu perusahaan yang siap menjadi pendamping bagi masyarakat yang ingin membuka usaha F&B adalah PT Sukanda Djaya (Diamond Group).

Basuki Soedjatmiko, General Manager Surabaya Branch Diamond Group mengatakan pihaknya memang tidak hanya menjadi penyedia bahan baku untuk bisnis F&B. Tapi juga menyediakan alat-alat pendukung untuk bisnis ini sehingga semua lengkap tersedia.

“Kami menyebutnya one stop shopping. Sehingga apa yang dibutuhkan untuk membuat sebuah bisnis F&B baik itu hotel, resto atau kafe kami siap melayani. Tidak hanya itu kami pun menyediakan pelatihan dan melakukan pendampingan hingga bisnis itu berjalan sukses,” jelas Basuki di sela peresmian Equipment & Beverage House di kawasan Rungkut Industri Surabaya, Selasa (5/3).

Dikatakan Basuki, untuk bisa membuka bisnis F&B masyarakat yang utama adalah memiliki ide dan modal yang cukup.

“Kalau tanpa modal juga tidak bisa berbuat apa-apa karena alatnya juga tidak murah,” tukasnya.

Ide dan modal itu dikonsultasikan dengan tim dari Diamond Group untuk mencari solusi kira-kira model seperti apa yang cocok untuk dijalankan. Dari sana, pihak Diamond Group akan mengajak untuk berdiskusi.

“Kita tanya dulu visinya, apakah akan membuat resto atau coffee shop, segmen yang akan dibidik siapa apakah mahasiswa, pekerja atau masyarakat luas. Juga akan ditanya lokasinya di mana di mal, kampus atau di mana. Juga apakah ingin hanya menjual minuman jenis kopi atau ada makanannya. Kalau rencana bisnis ini tidak tepat maka akan percuma,” jelasnya.

Basuki mengungkapkan investasi yang dibutuhkan untuk membuka bisnis ini bervariasi. Ada yang Rp 60 juta, Rp 100 juta, Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar. Semua tergantung dengan kapasitas tempat dan segmen pasar yang akan dibidik.

“Kebanyakan partner bisnis kita itu menengah ke atas. Yang menengah tidak lebih dari 20 persen. Kalau segmen low kita tidak main di sana,” tukas Basuki.

Karena itu, Basuki menegaskan, Diamond Group terus berupaya untuk mendorong terciptanya wirausahawan baru di bisnis F&B ini. Tidak mengherankan, Diamond Group pun membuka Equipment & Beverage House.

Equipment & Beverage House layanya sebuah pusat pelatihan bagi para barista perwakilan dari pemilik bisnis Horeka. Mereka bisa merasakan alat-alat canggih untuk meracih kopi hingga bisa mendapatkan resep-resep kopi dengan cita rasa tinggi. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.