
SIDOARJO | duta.co – Kabar soal penolakan warga atas pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Sidorejo, Krian, Kabupaten Sidoarjo, cepat viral di media sosial (Medsos). Perlu diluruskan, agar tidak salah persepsi, tidak semakin runcing masalahnya. Karena warga Sidorejo tidak pernah menolak pembangunan gerai Koperasi Desa Mera Putih.
“Sekarang banyak kabar yang harus diluruskan, warga tidak pernah menolak kehadiran Kopdes Merah Putih. Ini program strategis pemerintah yang harus didukung bersama. Cuma bagaimana kami-kami ini tahu ada pembangunan gerai Kopdes. Bagaimana ceritanya, kok tiba-tiba di atas lapangan dibangun gerai? Itu saja,” kata salah seorang warga dalam pertemuan khusus di Balai Desa Sidorejo, Senin (12/1/26) malam.
Intinya: Komunikasi tersumbat. Karenanya, Kades Sidorejo Hery Sucipto Achmadi ST, mengundang warga dalam musyawarah khusus bertajuk ‘Musyawarah Koordinasi Lanjutan Pelaksanaan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Lapanan Desa Sidorejo’ di Balai Desa Sidorejo, Senin (12/1/26).

Ia tak segan-segan minta maaf. Beitu juga Ketua BPD Desa Sidorejo Joko Purnomo. “Kita musyawarah bersama. Cari jalan keluar terbaik. Alhamdulillah, warga sangat antusias mengawal pembangunan desa. Kami minta maaf, jika ada misinformasi soal ini,” jelasnya kepada duta.co di Balai Desa.
Selain Kades dan seluruh perangkat, hadir dalam pertemuan itu Danramil 0816/09 Krian, Kapten Arm Teguh Yudi Irbayanto, SH, jajaran Polsek Krian, BPD (Badan Permusyawaratan Desa) Sidorejo, LPMD (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa), RT, RW serta masyarakat Desa Sidorejo.
Musyawarah yang dibuka oleh Carik Sidorejo H Masruhin itu, disepakati untuk mencari jalan keluar. “Karena semua demi kebaikan bersama, demi suksesnya pembangunan serta ekonomi desa kita,” tegasnya.

Seluruh yang hadir, sepakat, bahwa pembangunan gerai KDMP, itu penting. Begitu juga adanya Koperasi Desa Merah Putih. Bahkan tidak sedikit yang berharap lapangan Desa Sidorejo yang, terletak di Dusun Madubronto tersebut menjadi pusat pergerakan ekonomi desa.
“Terus terang, membuat lapangan itu, tidak mudah. Belakangan (pinggir lapangan) dipaving untuk joging, bagus. Memang dibutuhkan kepedulian Pemdes agar (fungsi) lapangan maksimal,” tegas yang lain.
Warga juga menyuguhkan sejumlah alternatif tempat yang bisa dibangun gerai KDMP. Pertama, lokasi di belakangan Balai Desa. Kedua, tanah desa yang berbatasan dengan tetangga Desa Sidorono. Ketiga, kalau harus di lapangan, bagaimana kalau geser sedikit ke timur. “Sehingga luasan lapangan tetap,” tambahnya.
Ketiga lokasi itu, juga sudah masuk dalam bahasan Musdes yang berlangsung dua kali. Hasilnya, menggunakan lapangan dengan berbagai pertimbangan, termasuk sebagai pusat ekonomi warga.
Karena belum ada titik temu, maka, Kades Hery sepakat membuatkan blueprint yang lebih jelas. Agar lebih mudah dipahami. Gambar detail (cetak biru) itu berisi rancangan seperti pemberdayaan lapangan sebagai pusat kegiatan, sepak bola, bola voli, futsal atau mini soccer dan UMKM.
“Sebenarnya sudah ada rancangan itu. Cuma informasinya belum sampai secara utuh ke warga. Bagaimana kalau kita jadwal ulang (musyawarah) ini. Kita musyawarah lagi sesegara mungkin, biar pembangunan gerai KDMP juga cepat selesai,” pungkasnya disambut setuju oleh warga. (mky)






































