PONTIANAK | duta.co – Gerakan Pemuda Ansor Ritel Kalimantan Barat Ahad (5/9/21) melakukan kerjasama dengan BNI 46 Cabang Pontianak dan Pertamina.

Kerjasama ini dalam rangka mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), yang nantinya akan menjadi usaha bisnis kader Ansor sampai ke tingkat kepengurusan paling bawah.

Koordinator Ansor Ritel Kalimantan Barat, Khairuddin Zacky menyampaikan, bahwa, koordinasi tersebut  untuk melaksanakan perintah organisasi dalam rangka membangun kemandirian ekonomi, baik kemandirian kader maupun organisasi.

“Kami coba membangun bersama kader-kader yang memiliki semangat dan motivasi untuk bekerja, berdagang, dan berusaha untuk mewujudkan cita-cita organisasi tentang kemandirian organisasi,” ungkapnya.

Menurut Khairuddin, GP Ansor di Kalimantan Barat cukup besar sehingga potensi mengembangkan UMKM sangat besar.

Kader yang tersebar sampai ke tingkat desa. Rata-rata sudah melakukan usaha, yaitu usaha sektor pertanian, perkebunan dan pengolahan hasil alam. Namun karena keterbatasan modal, akses jual dan managemen, membuat usaha mereka tidak berkembang pesat.

Selain itu, Ketua GP Ansor Kalimantan Barat Rajuini mengatakan ruang lingkup kerjasama BNI 46, Pertamina dan GP Ansor mulai bergerak di beberapa wilayah.

Ini sangat potensial untuk memperkuat ekosistem Ansor Ritel, dari sisi permodalan dan inklusi keuangan. Sehingga kerjasama ini dapat terealisasi dengan cepat, tepat, mudah dan terarah.

Dengan hal itu, semua kader Ansor khususnya di Kalimantan Barat dapat mengembangkan potensinya melalui wirausaha (UMKM).

“Tidak ada lagi kata ‘tidak dapat melakukan atau mengembangkan wirausaha’ karena kendala permodalan dan administrasi lainnya. Kita akan berkomunikasi intens untuk merealisasikannya, sehingga kerjasama ini bermanfaat secara optimal oleh sahabat UMKM di daerah masing-masing,” tandas Rajuini.

Kerjasama tersebut menurutnya akan menghadirkan banyak manfaat. Antara lain, kemudahan proses bisnis, mengakses pembiayaan, pasar, serta mendapatkan layanan keuangan.

Sedangkan hasil meliputi terbentuknya kerjasama yang saling menguntungkan, memasyarakatkan dan memberdayakan kewirausahaan kader, meningkatkan keterampilan teknis dan manajerial, membentuk dan mengembangkan lembaga pendidikan dan pelatihan, penyuluhan, motivasi dan kteativitas bisnis, dan penciptaan wirausaha baru bagi Kader. (Lap. Siti Maulida)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry