JAKARTA | duta.co — Presiden Nusantara Foundation dan Imam Besar Masjid New York, Imam Shamsi Ali akan membangun pesantren pertama di Amerika Serikat (AS). Pesantren tersebut ditargetkan akan berdiri pada tahun 2018 mendatang.

“Awalnya sejak beberapa tahun terakhir, saya bercita cita mendirikan mualaf center di Amerika Serikat untuk dijadikan pusat pengkaderan dai dan imam,” kata Imam Shamsi di Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Imam Shamsi mengatakan, pesantren itu akan berdiri di daerah bagian Connecticut, tidak terlalu jauh dari Kota New York, AS. Lokasi tersebut, kata Shamsi sangat strategis karena tergolong sepi dan memiliki danau kecil yang pemandangannya sangat indah. Di musim panas, akan ramai dengan turis, sehingga akan menjadi daya tarik tersendiri bagi orang-orang sekitar.

Sebenarnya, imbuh Shamsi, rencana pendirian pesantren di AS sudah cukup lama. Ia menerangkan, beberapa pekan terakhir mendapat tawaran tanah dan bangunan yang letaknya tidak jauh dari Kota New York. Hanya memerlukan waktu 100 menit dari Kota New York ke lokasi yang akan dijadikan pesantren.

Menurut Shamsi, tanah dan bangunan tersebut akan dijual dengan harga yang cukup murah. Yakni seharga 750 ribu dolar AS untuk tanah seluas 7,3 hektare berikut bangunannya. Oleh karena itu pihaknya segera membeli tahan tersebut untuk dijadikan pesantren. Sekarang, sedang proses pengumpulan dana untuk pembelian lahan tersebut.

“Saya optimis, sekembali lagi saya ke Amerika, tanah ini akan kita beli dan kemudian kita akan melakukan perencanaan besar atau master planing,” ujarnya.

Ia melanjutkan, setelah melakukan perencanaan besar, selanjutnya pembangunan pesantren akan dimulai.

Shamsi optimis, pada Juli atau September 2018 tanah dan bangunan yang dibeli sudah bisa dimanfaatkan. Di atas tanah tersebut juga sudah ada delapan gedung bekas bangunan sekolah yang ditutup.

Shamsi menceritakan, tanah dan gedung tersebut juga dijadikan peternakan ayam. Namun, gedung-gedungnya masih layak pakai, ada yang sudah rusak karena dipakai kandang ayam. Tapi, kata Shamsi, dengan beberapa renovasi dan pembersihan, maka sudah bisa dimanfaatkan untuk kegiatan belajar dan mengajar.

“Kemudian peternakan ayam ini bangkrut, akhirnya pemilik tanah yang kebetulan orang Islam, pemilik tanah ini berharap ada baiknya kalau Muslim juga yang membeli tahan tersebut,” katanya. (rol)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan