Human Capital Director Alfamart, Tri Wasono Sunu (kiri) didampingi Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Saiful Rachman (kanan) usai menyerahkan sertifikat kelulusan kepada dua perwakilan siswa yang diterima sebagai karyawan Alfamart. DUTA/endang

SURABAYA } duta.co – 2018 ini, Program Kurikulum Pendidikan Ritel Alfamart Class di Jawa Timur (Jatim) berhasil meluluskan ratusan siswa.

Dari jumlah itu, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk selalu pemilik jaringan ritel Alfamart bisa menyerap 338 lulusan angkatan pertama sejak dimulainya program ini 2015 lalu.

Gubernur Jatim, Soekarwo mengapresiasi kerjasama ini. Bahkan gubernur yang akan menyudahi jabatannya pada Februari tahun depan itu meminta Alfamart bisa menyerap lebih banyak lulusan SMK untuk bekerja di semua toko jaringannya.

“Semoga Alfamart terus bisa mengembangkan penyerapan lulusan SMK ini. Dan bahkan banyak industri yang melakukan hal serupa seperti ini,” tukas Pakde Karwo.

Secara simbolis lulusan tersebut diserahterimakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Katim Saiful Rahman kepada Human Capital Director Alfamart, Tri Wasono Sunu di sela acara SMK Mini Great Expo 2018 di JX International, Rabu (28/11).

Tidak hanya itu, Pakde Karwo mengatakan, mitra dengan industri adalah salah satu upaya pemerintah untuk memutus mata rantai pengangguran di Jatim.

“Termasuk kerja sama dengan Alfamart ini harus dipertahankan. Kalau MoU saat ini hanya bisa dengan 50 SMK, nantinya harus bisa dengan 100 SMK,” tegas Soekarwo.

Sebab Jatim memiliki ratusan SMK unggulan yang berdaya saing.

“Misalnya SMK Mini, dari 264 kategori SMK, yang bertahan atau yang bisa menghasilkan produk-produk handal serta mencetak lulusan yang mampu berwirausaha ada 240 SMK,” jelasnya.

Human Capital Director Alfamart, Tri Wasono Sunu mengatakan, program Alfamart Class ini secara nasional sudah berjalan sejak 2009. Untuk Jatim sejak MoU 2015 ada 50 SMK yang telah bekerja sama.

Sedangkan untuk Alfamart Class dan Alfamidi Class secara nasional ada 218 SMK yang menerapkan kurikulum pendidikan ritel ini.

“Sasarannya adalah SMK negeri maupun swasta yang memiliki Jurusan Pemasaran. Lulusan sebanyak 338 orang yang diserahterimakan ini hanya Alfamart Class, sebab Alfamidi Class di Jatim belum ada lulusan karena programnya masih baru diterapkan tahun ini,” imbuhnya.

Sunu berharap, program ini benar-benar mampu menjembatani kebutuhan dunia pendidikan dengan dunia industri.

Soekarwo menambahkan, Alfamart perlu mengawal dan mengevaluasi program ini untuk menghasilkan lulusan yang benar-benar berkompetensi.

“Ke depan, kami berharap Alfamart tidak saja menyerap SDM dari lulusan SMK tapi juga produk-produk buatan SMK. Ada banyak produk unggulan SMK di Jatim, pemasarannya masih kurang. Kalau bekerja sama dengan industri pasti akan terbantu,” pungkasnya. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.