OPTIMISTIS :  Suasana Public Expose PT Siantar Top Tbk songsong tahun 2022 dengan optimisme tinggi targetkan  penjualan naik double digit. (dok/duta.co)

SURABAYA | duta.co – Meskipun pandemic Covid 19 belum berakhir dan msih akan berlangsung pada tahun 2021,  tidak mempengaruhi optimisme PT Siantar Top Tbk pada tahun 2022. Perusahaan yang bergerak pada aneka makanan ringan ini  optimistis mampu meningkatkan penjualan double digit. Untuk itu, emiten berkode STTP ini akan belanja modal (Capex) sebesar Rp 350 miliar meningkatkan kapasitas produksinya.

Agus Suhartanto, Dirut PT Siantar Top Tbk mengatakan pandemi Covid 19 membuat situasi bisnis masih belum menentu. Namun begitu, pihaknya tetap yakin tahun 2022 kondisinya akan lebih baik. Sebab itu, kapasitas produksinya harus ditingkatkan karena potensi pasar yang masih terbuka untuk di dalam dan luar negeri .

“Utlisasi mesin produksi saat ini sudah mencapai 80 persen. Karena itu, kapasitas produksi tahun depan harus ditambah untuk mengantisipasi pertumbuhan market yang terus berkembang,” kata Agus Suhartanto, Rabu (29/12).

Untuk itu, tahun depan pihaknya akan belanja modal (capex) sebesar Rp 350 miliar. Dana tersebut akan digunakan di beberapa pos seperti investasi project senilai Rp 175 miliar dan untuk anak usaha sebesar Rp 75 miliar. Selain itu juga untuk perluasan pabrik yang akan menelan dana Rp 100 miliar.

“Dengan investasi baru ini kami harapkan tahun depan ada tambahan kapasiast produksi 20 persen dari yang ada sekarang. Kami maish optimis tahun depan market akan tumbuh double digit,” tambahnya.

Sementara Suwanto, Direktur PT Siantar Top Tbk menambahkan mengantisipasi pertumbuhan market tahun depan, pihaknya akan melakukan beberapa langkah strategis. Selain melakukan diversifikasi produk dengan rencana merilis 5 produk baru, juga akan memperkuat jalur distribusi terutama di Indonesia Timur.

“Tahun depan pihaknya akan semakin konsen menggarap pasar di Indonesia Timur. Sebab masih ada beberapa daerah yang belum terjangkau produk perseroan. Sebab itu, jalur distribusi harus diperkuat sehingga penyebaran produk akan semakin merata di Indonesia,” jelas Suwanto.

Selain itu jelas Suwanto pihaknya juga terus memperkuat pasar ekspor. Sebab meskipun masih pandemi, namun ekspor perseroan tahun 2021 masih tumbuh 16,5 persen. Beberapa negara tujuan utama ekspor masih di Kawasan Asia seperti China, Korea, Taiwan, Vietnam. Selain itu juga tetap menggarap market di Timur Tengah, Australia dan Afrika.

“Tahun ini harusnya ekpsor tumbuh lebih besar lagi. Namun karena kelangkaan container dan juga adanya kenaikan freight cost, sehingga ekspor hanya tumbuh 16,5 persen,” ujarnya.

Terkait kinerja tahun 2021, Agus Suhartanto mengatakan, pihaknya tetap optimis tahun ini penjualan bisa tumbuh double digit. Hingga September 2021, pihaknya berhasil meraih penjualan sebesar Rp 3,04 triliun naik tipis 8,06 persen dari tahun lalu periode yang sama yakni Rp 2,8 triliun.

Namun kenaikan penjualan tersebut tidak dibarengi dengan pertumbuhan laba bersih perseroan. Sebab periode September 2021, perseroa mencatat labah bersih Rp 433 miliar, turun tipis 9,6 persen dari tahun lalu periode yang sama senilai rp 479 miliar. Penurunan laba tersebut karena tergerus beban usaha yang meningkat akibat naiknya harga bahan baku dan sumber energi naik signifikan.

“Tapi kami masih optimis tahun ini bisa tumbuh double digit. Hingga awal Desember tahun ini, growthnya sudah 9,08 persen. Jadi sisa 0,02 persen saja. Kami yakin bisa mencapai hingga akhir tahun ini,” tegas Agus Suhartanto.  Imm

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry