Darmin Nasution (IST)
Darmin Nasution (IST)

JAKARTA | duta.co – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2016 mencapai Rp 94,4 triliun dari target sebelumnya sebesar Rp 100 triliun. Dengan demikian dana KUR hampir Rp6 triliun tak terserap.

Capaian target KUR 2016 tersebut disampaikan Darmin dalam rapat kerja bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang juga dihadiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

“Realisasi penyaluran KUR per 31 Desember 2016 Rp 94,4 triliun dari target Rp 100 triliun dengan NPL (Non Performing Loan) 0,37 persen,” ujar Menko Darmin, di Gedung DPR-MPR, Jakarta, Kamis (09/02/2017).

Darmin mengatakan, tak tercapainya penyaluran ini disebabkan aturan KUR diperketat. Di mana, perbankan dan lembaga keuangan yang diperbolehkan penyaluran KUR harus memiliki angka kredit macetnya (NPL) di bawah 5 persen. Tujuannya, agar para penerima KUR tidak mengalami kesulitan pembayaran.

“Penyaluran KUR 2016 didominasi oleh Bank BRI dengan angka Rp 67,5 triliun, lalu Bank Mandiri Rp 13 triliun, Bank BNI sebesar Rp 11,5 triliun,” tegasnya.

Selain itu, Darmin merinci KUR Bank Pembangunan Daerah (BPD) disalurkan oleh Bank Kalimantan Barat (Kalbar) dan Bank Nusa Tenggara Barat (NTB) sebesar Rp 2,5 triliun. Bank umum lainnya, seperti Bank Sinarmas dan Maybank sebesar Rp 4 triliun, dan sisanya sebesar Rp 500 miliar menjadi bagian Lembaga Keuangan Non Bank (LKNB). net

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry