(kaos biru) Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo, H. Imam Hidayat. (FT/Heru)

SITUBONDO | duta.co – Sejumlah 70 Persen Tenaga Kesehatan di Puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Situbondo sudah mendapat suntikan vaksin COVID-19 Sinovac. Namun, masih tinggal 30 persen nakes yang belum di vaksin, karena mereka tidak terdaftar dalam elektronik tiket penerima vaksin, Minggu (7/2/2021).

“Masih ada 30 persen nakes di klinik-klinik kecil dan laboratorium serta apotik apotik yang belum mendapat suntikan vaksin COVID-19 Sinovac tahap pertama. Mereka tidak terdaftar, karena tidak punya elektronik tiket vaksin. Namun demikian, Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo sedang melakukan pendataan kepada mereka nakes yang belum mendapat suntikan vaksin,” jelas Plt Kepala Dinas Kesehatan H. Imam Hidayat S.Kep, M.Kes, Ners.

Nakes yang tidak mendapat elektronik tiket, sambung Imam Hidayat, rata-rata bekerja di apotik dan laboratorium serta klinik-klinik kecil di Kabupaten Situbondo.

“Mereka kurang pro aktif, sehingga tidak mendapat elektronik tiket vaksin. Bagi tenaga kesehatan yang belum terdaftar sebagai penerima vaksin, akan didaftarkan secara manual. Dinas kesehatan akan mendaftarkan tenaga kesehatan yang belum terdaftar sebagai penerima vaksin ke pusat data Sistem Informasi SDM Kesehatan (SI SDMK) Kementerian Kesehatan dan aplikasi primary care (Pcare),” ujar Imam.

Langkah tersebut, kata Imam Hidayat, sebagai bagian dari upaya untuk memudahkan tenaga kesehatan dalam berpartisipasi pada program vaksinasi. Kedepannya tidak akan ada lagi SMS blast dari Kementerian Kesehatan untuk registrasi calon penerima vaksin bagi nakes. Karena mereka yang telah terdaftar di Sistem Informasi SDM Kesehatan (SI-SDMK) akan secara otomatis terdaftar sebagai calon penerima vaksin.

“Nakes yang telah terdaftar di sistem informasi SDM kesehatan atau SI SDMK sudah secara otomatis akan memiliki elektronik tiket yang digunakan untuk mendapatkan layanan vaksinasi di fasilitas pelayanan kesehatan yang sudah terregistrasi. Insya Allah, vaksinasi bagi tenaga kesehatan yang ada di apotik, laboratorium dan klinik-klinik kecil akan segera dilaksanakan, karena mereka sudah kita daftarkan,” pungkas Imam Hidayat. (her)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry