SURABAYA | duta.co – Banyak orang kecewa terhadap kondisi bangsa dan negara pasca-putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa hasil pilpres 2019. Salah satunya dr Zulkifli S. Ekomei.
Bahkan, sebagai bagian dari Keluarga Besar ABRI (sekarang TNI), Zul –panggilan akrabnya–membuat surat terbuka untuk menagih komitmen sumpah tiga jenderal purnawirawan TNI. Tiga jenderal itu dinilai tidak mampu memulihkan carutmarutnya kondisi bangsa dan negara.
Tiga jenderal purnawirawan yang dimaksud Zul adalah Jenderal TNI (Purn) A.M.Hendropriyono, Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan, dan Jenderal TNI (Purn) Wiranto. Mereka sekarang berada di lingkaran kekuasaan.
“Saya dr Zulkifli S Ekomei. NIK 3276100105560001, HP 081381363102. Setelah memperhatikan dengan seksama kehidupan berbangsa dan bernegara, memberanikan diri menulis surat terbuka ini,” demikian tulis surat terbuka dokter Zul yang diterima redaksi duta.co, Jumat 28 Juni 2019.
Surat terbuka itu, kata Zul, sengaja ditujukan kepada tiga jenderal tadi karena sudah menjadi rahasia umum bahwa mereka bertiga mempunyai akses langsung ke pusat kekuasaan.
Selain itu surat terbuka tersebut dia tembuskan pula kepada beberapa orang tokoh dan jenderal lain yang dikenalnya secara langsung dan tidak diragukan integritasnya kepada bangsa dan negara.
Mereka adalah Jenderal TNI (Purn) Widjojo Sujono, Letjen Marinir (Purn) Suharto, Suko Sudarso, Mustahid Astari, Haryono Kartohadiprojo, Choirul Anam (Cak Anam), Erry Subroto, dan Airvin Hardani.
“Kondisi negara yang sudah carut marut ini hanya bisa diselamatkan oleh mereka yang terikat sumpah dengan Allah Tuhan Yang Maha Esa dan berkomitmen terhadap sumpahnya, saya sebagai dokter terikat dengan Sumpah Dokter dan saya sebagai bagian dari Keluarga Besar ABRI tahu persis bahwa bapak bertiga terikat dengan Sumpah Prajurit,” kata Zul.
Dalam sumpahnya, kata dia, tiga jenderal itu disumpah setia pada Pancasila dan UUD’45. Hal-hal yang menjadi kegelisahan Zul yaitu:
1. Ketergantungan pada pemilik modal adalah pengingkaran terhadap sila pertama Pancasila: Ketuhanan Yang Maha Esa.
2. Kematian 700 orang petugas pelaksana Pemilu dan terbunuhnya 8 anak bangsa pada penyelenggaraan pemilu 2019 adalah pengingkaran terhadap sila ke-2: Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab.
3. Perpecahan anak bangsa akibat penyelenggaraan pemilu 2019 adalah pengingkaran terhadap sila ke-3: Persatuan Indonesia.
4. Pemilihan Presiden secara langsung adalah pengingkaran terhadap sila ke-4: Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmah Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan.
5. Kepemilikan lahan jutaan hektare oleh salah satu perusahaan swasta sementara banyak petani kita hanya sebagai buruh tani karena tidak mempunyai tanah garapan adalah pengingkaran terhadap sila ke-5 : Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
“Lewat surat terbuka ini saya pribadi, meski saya tahu banyak yang sependapat dengan saya tapi tidak berani mengungkapkannya menagih komitmen terhadap sumpah bapak bertiga,” kata Zul.
Menurut dia, ada dua kemungkinan terhadap surat terbuka tersebut. Pertama, tiga jenderal itu tidak merespon dan menganggap angin lalu, tapi Zul yakin bahwa mereka yang dia kirimi tembusan surat terbuka ini pasti membaca dengan serius.
“Kedua kalau surat terbuka ini bapak-bapak sikapi dan sikap itu pasti ditunggu oleh semua yang membaca surat terbuka ini. Semoga Allah Tuhan Yang Maha Kuasa meridhoi semua langkah untuk menyelamatkan bangsa dan negara yang lahir karena perjuangan para pendahulu kita dan atas berkat rahmat Allah pula,” kata dr Zulkifli S Ekomei. (mky)
BERIKUT ISI LENGKAP SURAT ZUL:
Surat Terbuka
Kepada Yth,
1. Jenderal TNI (Purn) A.M.Hendropriyono
2. Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan
3. Jenderal TNI (Purn) Wiranto
Hal : Menagih komitmen sumpah
Dengan hormat,
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, saya, dr.Zulkifli S Ekomei, NIK 3276100105560001, HP 081381363102, setelah memperhatikan dengan seksama kehidupan berbangsa dan bernegara, memberanikan diri menulis surat terbuka ini, yang saya tujukan kepada Bapak bertiga karena sudah menjadi rahasia umum bahwa bapak bertiga mempunyai akses langsung ke pusat kekuasaan dan surat terbuka ini saya tembuskan pada beberapa orang yang saya kenal langsung dan tidak saya ragukan intergritasnya pada bangsa dan negara.
Kondisi negara yang sudah carut marut ini hanya bisa diselamatkan oleh mereka yang terikat sumpah dengan Allah Tuhan Yang Maha Esa dan berkomitmen terhadap sumpahnya, saya sebagai dokter terikat dengan *Sumpah Dokter* dan saya sebagai bagian dari Keluarga Besar ABRI tahu persis bahwa bapak bertiga terikat dengan Sumpah Prajurit.
Dalam sumpah bapak bertiga adalah sumpah setia pada Pancasila dan UUD’45, dan inilah hal-hal yang menjadi kegelisahan saya, yaitu :
1. Ketergantungan pada pemilik modal adalah pengingkaran terhadap sila pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kematian 700 orang petugas pelaksana Pemilu dan terbunuhnya 9 anak bangsa yang ingin merebut kembali kedaulatan rakyat pada penyelenggaraan pemilu 2019 adalah pengingkaran terhadap sila ke 2 : Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
3. Perpecahan anak bangsa akibat penyelenggaraan pemilu 2019 adalah pengingkaran terhadap sila ke 3 : Persatuan Indonesia
4. Pemilihan Presiden secara langsung adalah pengingkaran terhadap sila ke 4 : Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmah Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan
5. Kepemilikan lahan jutaan hektar oleh salah satu perusahaan swasta sementara banyak petani kita hanya sebagai buruh tani karena tidak mempunyai tanah garapan adalah pengingkaran terhadap sila ke 5 : Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Penyelenggaraan pemilu yang menghabiskan dana trilyunan rupiah dan membawa korban jiwa jelas-jelas bertentangan dengan jiwa UUD’45 asli, karena pada UUD’45 asli kedaulatan di tangan rakyat, sementara pada UUD 2002 (UUD’45 tiruan atau palsu karena namanya tetap sama sementara isinya sudah berubah total), kedaulatan ada di tangan partai-partai yang terbukti bersifat oligarki.
Lewat surat terbuka ini saya pribadi, meski saya tahu banyak yang sependapat dengan saya tapi tidak berani mengungkapkannya *menagih* komitmen terhadap sumpah bapak bertiga.
Ada 2 kemungkinan terhadap surat terbuka saya ini, pertama bapak bertiga tidak merespon dan menganggap angin lalu, tapi saya yakin bahwa mereka yang saya kirimi tembusan surat terbuka ini pasti membaca dengan serius, kedua kalau surat terbuka ini bapak-bapak sikapi dan sikap itu pasti ditunggu oleh semua yang membaca surat terbuka ini.
Semoga Allah Tuhan Yang Maha Kuasa meridhoi semua langkah untuk menyelamatkan bangsa dan negara yang lahir karena perjuangan para pendahulu kita dan atas berkat rahmat Allah.
Indonesia, 28 Juni 2019,
Hormat saya,
dr.Zulkifli S Ekomei
Tembusan kepada Yth :
1. Jenderal TNI (Purn) Widjojo Sujono
2. Letnan Jenderal Marinir (Purn) Suharto
3. Bapak Suko Sudarso
4. Bapak Mustahid Astari
5. Bapak Haryono Kartohadiprojo
6. Bapak Nurman Diah
7. Bapak dr.Ario Djatmoko
8. Sdr. Choirul Anam
9. Sdr. Erry Subroto
10. Letjen Suharto
Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry