Ahmad Soim saat dikonfirmasi Selasa (FT/SUUD)

SURABAYA | duta.co – Serikat Pekerja dan Serikat Buruh (SPSB) Jawa Timur melakukan audensi dengan Wagub Jatim Emil Elistianto Dardak dalam rangka menindaklanjuti nota kesepakatan antara SBSI Jatim dengan pasangan Khofifah-Emil saat maju Pilgub Jatim 2018 lalu.

Ahmad Soim selaku koordinator SBSI Jatim usai pertemuan mengatakan bahwa pertemuan dan silaturrahim ini sudah dijadwalkan cukup lama namun baru terealisasi sekarang.

“Sebagai salah satu elemen pendukung pasangan Khofifah-Emil di Pilgub lalu, kami ingin terus bersinergi dengan Pemprov Jatim,” ujar Ahmad Soim saat dikonfirmasi Selasa (17/9/2019).

Dijelaskan Soim, ada 9 poin nota kesepakatan yang ingin segera diwujudkan oleh Pemprov Jatim. Diantaranya, soal peningkatan pengawasan dan penambahan tenaga penyidikan untuk kasus perburuan di Jatim supaya penanganannya bisa lebih cepat.

“Kasus perselisihan hubungan industrian atau ketenagakerjaan adalah lex specialist karena itu kami minta tenaga pengawas dan penyidik ditambah dan bisa diambil dari teman-teman karena banyak berprofesi sebagai pengacara maupun lulusan sarjana hukum,” kata Soim.

Kemudian menyangkut realisasi penyediaan pemukiman buruh yang layak dan terjangkau, karena banyak pekerja dan buruh yang belum memiliki tempat tinggal. “Kami berharap bisa dibangunkan Rusunawa khusus pekerja yang layak dan terjangkau,” harap Soim.

Selain itu, pihaknya juga berharap Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bisa membantu mewujudkan taman pahlawan buruh Marsinah di Nganjuk. “Kami sudah membangun patung Marsinah dan sudah ada lahannya di Desa Ngelundo Kecamatan Sukomoro Nganjuk atas bantuan Pemda setempat, tinggal membangun taman biar tambah bagus,” beber ketua KSPI Jatim ini.

Ditambahkan Soim, pihaknya juga mulai melakukan sosialisasi rencana pemerintah yang akan menerapkan kebijakan 2 tahun sekali kenaikan upah buruh. Alasannya, kebijakan tersebut bertujuan baik yakni bisa membuat tenang pengusaha dan buruh juga tambah sejahtera.

“Persaingan antar daerah untuk menarik investor itu kian ketat, kalau buruh tidak sejalan dengan pemerintah tentu dampaknya juga akan merugikan buruh sendiri karena pabrik-pabrik di Jatim bisa tutup atau relokasi ke provinsi lain yang lebih menjanjikan,” dalihnya.

Buruh Perlu Tempat Tinggal

Sementara itu Wagub Jatim Emil Elistianto Dardak mengatakan bahwa silaturrahim dengan elemen buruh ini bertujuan untuk mencari masukan supaya pemerintah bisa meningkatkan perlindungan kepada buruh dan memperluas lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan pekerja.

“Salah satu aspek kesejahteraan yang diharapkan buruh adalah bagaimana mereka  bisa memiliki tempat tinggal yang layak dan terjangkau,” jelas Emil Dardak.

Di sisi lain, pihaknya juga mengajak elemen buruh mendukung program-program pemprov Jatim khususnya menyangkut upaya meningkatkan daya saing dan menjaga kondusivitas investasi di Jatim agar industrialisasi terus berkembang dan ujungnya tentu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya kaum pekerja.

“Kita ingin menciptakan Jatim yang kondusif untuk masuknya investasi sektor riil, nah ini kita akan bisa bahu membahu adanya transparansi dengan rekan-rekan buruh dan mengenai disparitas wilayah kita ingin agar wilayah-wilayah yang di luar wilayah ring 1 juga bisa  mendapatkan pembangunan industri,” ungkap suami Arumi Bachsin ini. (ud)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry